Showing posts with label misi21. Show all posts
Showing posts with label misi21. Show all posts

Thursday, 24 February 2011

#Misi21 Day 13: Knitting Baby Blanket

Hari ini sibuk merajut selimut bayi.. Sebenernya udah mulai dari kemaren dan rencananya hari ini mau diselesaikan, tapi apa daya pas malam tiba belum juga habis itu benangnya dirajut. Padahal tinggal dikit lagi tapi tau sendiri ibu hamil jam produktifnya terbatas, jam 9an udah tepar. Padahal semalam lumayan lebih lama bangunnya, nonton Timnas lawan Turkmenistan dan nonton OVJ, yang duluan tepar malah suami yang ketiduran di depan tivi sementara istrinya sibuk merajut.. tapi abis itu sang istri yang tepar, si Akang udah segar lagi buat ngurusin denah rumah buat renovasi rumah masa depan kita. Saya shalat dan tidur duluan karena udah pusing. Sebelumnya dipaksa minum susu dan biskuit karena kalo nggak takut ga bisa tidur dan tambah pusing karena kelaparan dan susah tidur. Alhamdulillah lancar tidurnya, biasanya jam 12-2an gitu selalu bangun buat ke kamar mandi dan makan karena kepala pusing dan perut sakit, si Babybee minta makan kayaknya.. Mungkin sekarang Babybee sudah mengerti kalo jam2 segitu waktunya Ibu tidur.. Or maybe not. Nanti juga kalo Babybee udah lahir jam2 segitu bakal minta mimi juga yah.

Oh ya, tadinya saya mau bikin sweater juga buat Babybee, tapi kata Mama jangan dulu, pamali ceunah. Jadi ditunda deh, padahal riweuh tuh nyari pattern sweater yang gampang dan ga ribet buat perajut pemula yang males belajar seperti saya hehe.

#Misi21 Day 12: Totok Aura

Hari ini ada yang datang ke rumah buat totok aura saya. Ternyata katanya saya stres, kepala saya uratnya tegang semua. Dipegang dikit langsung kesakitan sayanya, trus jadi banyak gerendil2 (ehm, apa ya bahasa benernya hehe) gitu. That would be the normal stress or depressed period of a newly pregnant woman.. Wajar buat perempuan yang baru hamil mengalami eskalasi emosi akibat hormon dalam tubuhnya dan juga trying to cope with the changes in her body and consequently her life also.

Alhamdulillah setelah ditotok jadi lebih baikan, physically maupun emotionally. Soalnya, kata yang notokin, kalo ada masalah jangan dipendam, kasihan bayinya.. Dikeluarin aja. Jadinya sekarang lebih terbuka, khususnya ke suami.. kalaupun masih susah, punya strategi baru. Orangnya sih ngusulin buat nulis semua uneg2 di kertas terus dibakar (biar ga nimbul masalah di kemudian hari).. but I've found a more brilliant idea, yaitu ketik semuanya di laptop terus kalo udah ditutup dan ga usah disave...

Mudah2an lancar...

#Misi21 Day 11: Teaching Mama to Knit (Breien)

Hari ini ngajarin Mama merajut breien. Dia mahirnya merajut hakken atau crochet dan pengen diajarin yang breien. Awalnya agak ribet karena saya pake teknik merajut untuk orang kidal, jadi sibuk transpose2, tapi Mama bisa kok akhirnya.. meskipun besoknya curang lagi.. masa ngerajut breien pake hakpen yang ada kaitnya bukan jarum breien... -_-'

Monday, 21 February 2011

#Misi21 Day 10: Family Wedding in Bandung

Hari ini kami pergi ke Bandung menghadiri pernikahan adik sepupu Akang. Tadinya setelah tahu hamil, saya nggak jadi pergi, tapi pas check up di dokter, sang dokter bilang lakukan aktivitas seperti biasa.. jadi Akang langsung dapet lampu ijo buat ngajak Eneng ke Bandung. Ya udah, pagi2 habis Subuh udah mandi, naik travel jam 6.45 menuju Bandung.

Sampai pool travel langsung naik taksi ke gedung lokasi akad dan resepsi. Pas sampe, akad baru selesai. Jadi sempat lihat sungkeman, saweran, huap lingkung.. trus mati gaya nunggu resepsi. Kenalan2 sama banyak sodara dari pihak akang. Sekarang udah ga gigit jari kalo ditanya "udah isi belom?" dijawab dengan senyum manis "Alhamdulillah, baru 5 minggu." :) Beres dah..

Hari semakin siang, pengantin baru datang, saya udah lemes pengen makan tapi kan harus nunggu prosesi kirab selesai, terus salaman sama pengantin. Makan udah, lemes udah mendingan tapi masih pusing.. emang gitu sih kalo lihat orang banyak seliweran ditambah dentuman keras suara speaker dari panggung musik, ga pernah bisa kuat. Akhirnya setelah dapet jatah foto, kita pamitan. Ternyata keluarga Akang (bibi, paman, dan papah mertua) juga ikutan pulang. Dapet tebengan dari bibi sampe Jl. A. Yani buat nyari taksi.. ternyata susaaah ya nyari taksi di Bandung. Udah panas, keringetan karena itu di siang bolong.. akhirnya dapet juga taksi, langsung balik lagi ke travel di Dipati Ukur.

Sampe Jakarta jam 4an, malemnya tepar sampe besok paginya cuma sempat bangun buat shalat Subuh, sarapan, trus tidur lagi sampe jam setengah 2. Hehe. Beruntungnya bumil jobless.. Lemes dan males akibat perubahan hormon bisa diikutin. :p

#Misi21 Day 9: Tadarus Surat Maryam

Weekend di rumah.. ga ada agenda tertentu. Dengan waktu luang yg ada, coba dimanfaatkan dengan memperbanyak tadarus, salah satunya dengan membaca Surat Maryam yang konon katanya baik dibaca oleh ibu hamil. Selain surat Maryam, ada lagi surat Yusuf. Begitu testpack positif beberapa hari yg lalu, saya langsung baca Surat Yusuf. Sekarang giliran baca surat Maryam.

Sebenarnya sih tidak ada hadits yg menyarankan saat hamil harus baca ayat2 tertentu dari Al Qur'an karena pada dasarnya semua ayat jika dibaca akan berpengaruh baik bagi ibu maupun calon bayi. Beberapa ulama menyarankan surat Yusuf dan Maryam (salah satunya Quraish Shihab). Mungkin, ini jawaban dari Akang saat Eneng bertanya, nanti anaknya akan jadi setampan dan secantik Nabi Yusuf as dan Maryam binti Imran, baik lahir maupun batinnya, dan juga menjadi pribadi yang semulia mereka. Amiin.

Yang jelas, ibadah mulai ditingkatkan.. terutama tadarusnya.. biar Babybee tenang dan terbiasa mendengar lantunan ayat Al Qur'an.

Doakan ya :)

Friday, 18 February 2011

#Misi21 Day 8: 1st visit to obgyn..hello Babybee!

Today my dear husband took the morning off to accompany me to the obgyn, as a result of this. We were going to go to RS Asri or KMC.. but decided to phone first and ask if there's any female obgyn available. RS Asri said there's one but at 4pm.. and KMC was unable to reach by phone (initially I really wanted to go here..seems like a good place and close to home too). Then the horrendous process begins.. we called so many hospitals around the area, even far like RSIA Muhammadiyah Taman Puring but to no avail. No female doctors were available that morning. We then called RS Hermina Jatinegara and got lucky, a dr. Nining is available... So off we went...

Dr. Nining had to tend to giving birth so she wasn't available straight away. We had time to eat (great food, nasi tim ayam for Eneng and kupat sayur for Akang), and after that we didn't wait that long even though our number was 8 (turned out not everyone came). We went in, said that I think I'm pregnant, laid down and they did an ultrasound (USG) on me and there it was on the monitor... our little one.. Babybee*.. only 1-2mm long, but it's there in my womb.

babybee should look something like this now
Alhamdulillah wa syukurillah...

I was too happy that Babybee was visible and was in the right place that I didn't even ask how old he** is and when he is due to enter the world. >__< Silly me. Akang juga ga nanya lagi.. Dan ga kepikiran juga buat foto hasil USG di monitor.. padahal sekarang udh kangen pengen liat dia lagi.

When I got home, I found out that dr. Nining is quite recommended, plus she also has practice in RSB Siaga II which is very close to home.. so maybe I'll visit her there next time, cos Jatinegara is not very comfortable to reach from where I live, and the environment there is not so nice too.

*Babybee, short for Baby Baktilugina ;)
**Let's assume Babybee is a he for now, until we know what sex he is. We plan our firstborn to be a boy. Plus blame it on the English language :p

#Misi21 Day 7: Next process in job quest

The week before I was called by a recognised private university in Jakarta for an interview to be part of their workforce. It was the best interview I ever experienced, just like a conversation between 2 professionals, I enjoyed it very much. The best (or most scary) part is that I was going to be put in a higher position as I originally applied for, a position where I actually have staff working for me..plus I get to teach! How exciting.

Today, I did the next part of this process: psychotest, English proficiency test and interview. I was a bit scared as I got another really exciting news the day before (see #Misi21 Day 6) so I knew that it would affect this process, be it the process in that day itself or how they would consider my (wonderful) condition should they choose to hire me. It started at 8am, the road there was hellish since it's far from my house. Luckily my mum took me there, it really helped to calm me down :) I haven't done the psikotest in a long time so I was a bit rusty plus my physical condition so I don't know how I did. The English test went fine, TOEFL turned out to be easier than IELTS. Especially the listening.. in IELTS the conversation is not always in plain English, sometimes they have people speaking English in other foreign accents or other English accents like Scottish etc so that's hard.. but in TOEFL everyone just speaks American English. Easy peasy. In the interview, I was drained already as it was 3.30pm. The lady, who turned out to be part of HRD, was kind enough.. but I didn't have the energy to think of anything to ask her when she asked if I would like to ask her anything (twice she did this).. but I think I answered her questions all right. So the only drawback was my reluctance to ask her stuff (as she's HRD, I'd rather ask about the job description but she wouldn't know that).. plus the fact that she's been informed of my good news. She said the results of today will be reviewed and if successful I will be contacted for a final interview with the Recruitment Manager, which means I was already accepted and I just need to discuss the technicalities, whether I agree to them. Shucks. I thought that that process was going to be done right then and there. Oh well. If I do get it, Alhamdulillah.. I have the chance to contribute to the family finance, it would really help with this little one on the way. If not, Alhamdulillah.. I have the chance to concentrate on making sure my little one is always healthy inside.. So, either way, nothing to lose. Just have to istikharah everyday, and whatever happens is Allah's decision and will.. I can only say ALHAMDULILLAH :)

#Misi21 Day 6: Conquer my fear of TP

Oh.. it was soo worth it to conquer my fear of buying and using TP or HPT... If you're a recently married woman you know how depressing a HPT result can be..involves utter disappointment and even crying and bawling our hearts out.

Turned out I need only to spend Rp.2100 (compared to S*nsi**f which can cost Rp.40000) to get this result:


Sorry for the bad photo, I was too excited. 3 days in a row the result is the same like this.. actually even better because the faint second line became clearer each day.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin..

Wednesday, 16 February 2011

#Misi21 Day 5: Learn the Stockinette Stitch

Merajut. Tampaknya gampang yah.. tapi coba baca pattern merajut, agak2 ribet. Dan buat saya yang kidal, merajut bahkan jadi lebih susah karena saya harus belajar men-transpose instruksi untuk disesuaikan dengan metode kidal. Walhasil saya baru bisa merajut dengan metode dasar yaitu knit stitch atau garter stitch. Kebalikannya, purl stitch, saya belum bisa. Padahal rata2 hasil rajutan itu menggunakan stockinette stitch, yaitu kombinasi knit stitch di satu baris dan purl stitch di baris selanjutnya. Hasilnya lebih rapi dari garter stitch.
stockinette stitch (center) vs garter stitch (border)

Di rumah banyak buku cara merajut, tapi rata2 untuk non-kidal (ya iyalah, like with most people on earth). Berjam-jam saya coba menaklukkan si purl stitch.. susah banget ternyata T__T Sampe akhirnya ternyata ada salah satu buku berjudul Chicks with Sticks yang ada instruksi buat orang kidal.. pas dicobain bisa.. Ihiyy... berhasil... saya mulai belajar dari siang.. baru berhasil sekitar jam 8 malam.. dipotong waktu shalat, makan, jajan sate padang dan dimsum di Tanjung Barat, sama belajar motor matic. Hehe.

Setelahnya, saya sekalian belajar cara increase dan decrease yaitu menambah dan mengurangi jumlah rantai pada rajutan. And that was easy, thank God.

My next knitting project, yang sedianya akan diinisiasi hari ini (Day 6 of Misi21), adalah bikin baby sweater. Ih buat siapaa?? Ada deeh... hehe.

Monday, 14 February 2011

#Misi21 Day 4: cleanup time!

Salah satu terapi terbaik mengatasi stres dan suntuk adalah... beres2! Saya bukan orang yang doyan beres2, my husband is better at that than me.. Tapi pasti semua setuju kalo beres2 bisa membuat suasana hati jadi lebih baik. Biasanya it also involves some furniture rearranging. Yup, saya bakal suntuk kalo perabotan di kamar atau rumah letaknya di situ2 aja. Beberapa bulan sekali pasti diubah2 posisinya, dan saya selalu merasa lebih baik setelahnya. Kali ini yang beruntung ditata kembali oleh saya adalah meja nakas dan meja rias. Barang2 yang geletakan di atas meja (yes, my bad habit of hardly putting things back in their places, one that my husband complains about :D ) diberesin.. terus posisi meja nakas dan meja rias saya atur ulang. Hasilnya: a neater room of course, and one happy woman ;)
This entry was posted in

#Misi21 Day 3: family day out

#Misi21 hari ketiga saya adalah keluar sama suami dan Mama. Jarang banget kita jalan bareng keluar karena suami dan Mama sama2 sibuk. Sayanya sih nggak yah, kan pengangguran hehe. Udah gitu saya yang nyetir, karena supir lagi mudik. Meskipun hari itu lagi mabok paginya, dibela2in nemenin Mama, karena mikirnya kapan lagi bisa jalan bareng dan menyenangkan orang tua disupirin perginya.

Rutenya cuma ke Tebet, Radio Dalam, Pondok Indah, trus pulang ke Pasar Minggu. Alhamdulillah aman, kenyang, menyenangkan.. Meskipun besoknya kecapean, tapi worth it lah. My favourite part tentunya jalan dan makan bareng di mall, something I haven't done in a long time. Had a really good time that day.. tinggal nunggu si Ade pulang trus kita jalan bareng lagi deh :)

#Misi21 Day 2: listen to sermon on radio

Beberapa tahun yang lalu (yes, it's that long ago) saya rajin banget habis shalat Subuh nggak tidur lagi, tapi dengerin taushiah Aa Gym dan timnya di MQFM. FYI saya lumayan ngefans banget sama da'i kondang satu ini. Despite what the news says about him, kalo dia lagi membagikan ilmunya, buat saya "ngena" banget. Anyway, dulu waktu di Bandung hampir tiap malam Jum'at datang ke pesantrennya buat ikut pengajiannya. Pas pindah Jakarta, ya cuma bisa dengerin lewat radio, yang disiarin RRI Pro 2 FM sama Delta FM Jakarta.

Tapi akhir2 ini, kegiatan saya habis shalat Subuh itu tidur lagi. Hehe. Si Akang udah sering mengingatkan, katany kalo tidur lagi, ga dapet rejeki yang lagi dibagi2in malaikat habis Subuh. Akang mah memang kebiasaannya ga pernah tidur habis shalat Subuh, kalo hari kerja langsung siap2 buat ke kantor (siapa suruh datang Jakarta).

Kadang2 kalo Subuh ga tidur lagi, langganannya nonton Mamah dan Aa di Indosiar. Tapi kemaren karena nemu handsfree HP, jadi bisa nyalain radionya, dan terdengarlah suara Aa di radio. Lumayan nambah ilmu agama dan senantiasa diingatkan untuk tetap istiqamah dalam menjalankan agama rahmat Islam kita ini.

Friday, 11 February 2011

#Misi21 Day 1: start writing novel

First of all, let me just say... the previous post is a bit emotional, isn't it? Ehehehee.. the worst part is, I said in that post that I wasn't emotional! Hmm.. blame the hormones ;p

Second of all, I failed my first attempt to do #Misi21. It was going to well until I went on a spontaneous trip to Australia. Yups, I got a ticket Jakarta-Melbourne-Sydney-Jakarta one day before I was due to depart. I was told of the trip only three days before departure. Nah, Misi21 terakhir saya adalah that spontaneous trip yang ceritanya saya tuangkan di post sendiri nanti ya. Di Aussie kan sibuk kesana-kemari, jadi chaperone, jadi boro-boro mikirin Misi21. Sekembalinya ke Tanah Air, yang ada tepar di rumah, doing nothing istirahat, jadi ga kepikiran Misi21 karena males2an terus selama beberapa hari hehe. Nah abis itu mulai males deh mulai lagi.. baru hari ini semangats.

Hari ini jadi Misi21 saya adalah mulai menulis novel. Sudah dari duluu pengen bisa menyelesaikan 1 novel, tapi kena writer's block mulu. Geregetan jadinya. Karena sekarang kan saya pengangguran, jika waktunya bisa dipakai untuk menulis novel kan jadi tidak terbuang percuma. Tapi begitu duduk dihadapan laptop dan buka Word, blank deh ga bisa nulis.

Tadi pagi tiba2 dapet pencerahan ide untuk plot novel yang baru. Habis mandi dan shalat dhuha mulai deh dikembangkan, dan Alhamdulillah mulai lancar pengembangan cerita dan kata-kata.. Sekarang sudah jadi prolognya dan sedikit Bab 1. Berhubung sudah mulai malam, lagi ada tamu dan sebentar lagi suami pulang, jadi disudahi dulu.

Ya Allah, semoga Engkau terus menganugerahiku dengan kelancaran kata-kata sehingga novel ini bisa selesai... amin.

Wednesday, 26 January 2011

#Misi21 Day 6: Say Sorry and I Love You to Dear Husband

Misi21 hari ini simple aja. Setelah shalat Maghrib berjamaah bersama Akang, I said I love you to him dan minta maaf kalo selama ini ada salah2, suka kesel2, dll dsb.Jadi saya akhirnya minta maaf, dan berdoa supaya bisa jadi istri yang sabar dan shalihah..amin. :)

His response? A hug and a kiss for his beloved wife, sambil bilang "Semua kesalahan Eneng sudah Akang maafkan.." Yes.. I do have the best husband in the world. :)

Tuesday, 25 January 2011

#Misi21 Day 5: Menghadiri Kajian Muslimah

Tadinya #Misi21 hari ini komplitnya adalah: "Menghadiri Kajian Muslimah dan Tabligh Akbar" .. tapi pada kenyataannya cuma sempat ke Kajian Muslimah aja, itupun telat.

Semua berawal dari salah naik angkot. Yaa bener sih jurusannya, tapi ini Metro Mini kerjanya ngetem mulu. Walhasil perjalanan dari rumah Pasar Minggu ke halte busway Jatipadang yang seharusnya bisa ditempuh 10-15menit, jadi 45menit sajaa.. mau nangis nggak sihh.. huhuww.. Belum lagi saltum nih, pakenya rok span yang agak2 ribet kalo jalan,sementara lumayan tuh yah dari halte Dukuh Atas 2 ke Dukuh Atas 1 yang arah Blok M- Kota. Pas turun di halte BI juga ternyataa lokasi mesjid di belakang kantornya, dari Thamrin masih 1 km lagi jaraknya. Hikss lagi.. Udah pengen cepet2 sampe jalannya agak buru2, disamping trotoarnya jadi jadi ga nyaman deh jalannya. Pas sampe, udah mulai acaranya, masih harus shalat Ashar dulu. Tapi masih dapet lah materinya, tentang Taubat. Cuma ustadzah-nya bukan Bunda Ningrum Maurice, namanya Ustadzah Halimah, saya juga belum kenal, tapi masih muda dan cantik dan Bahasa Arabnya pinter (yaiyalah ustadzah gitu).

Di mesjid itu juga dingin banget.. dan tampaknya saya jadi pusing karena abis panas keringetan di jalan langsung masuk ruangan AC nan sejuk itu. Jadi aja pas udah selesai acaranya, si akang nelpon, saya agak cranky karena kecapean dan memutuskan untuk ga ikut tabligh akbar yang disampaikan da'i favorit saya (despite what happens to him personally), Aa Gym. Oiya agak cranky juga karena pas lagi muhasabah, sedang tersedu2 mendengar si ustadzah memberi muhasabah yg menyentuh, si akang berkali2 nelpon, saya reject, kan ga khusyuk ntar berdoanya..Tapi abis itu langsung istighfar (langsung dipraktekin saran ustadzah) dan Akang juga nggak ngambil pusing, begitu ketemu langsung saya disambut dengan senyuman :)

Habis Maghrib baru ke atas nemuin akang yg baru pulang kantor, saya bilang boleh ikut kajian malam tapi makan dulu sekarang. Akhirnya akang jadinya ga ikut, jadinya nganter istrinya pulang, Ya ga bakal diijinin juga saya pulang sendirian jam segitu. Soalnya kalo ikut kajian juga selesainya malam jam9an, mau sampe rumah jam berapa. Akhirnya kita pulang, perdana nih naik motor berduaan. Tadinya seru, bakal romantis gitu. Ternyata boro2. Saya pake rok kan harus nyamping duduknya, dan pegel ternyata kalo harus melingkarkan lengan di pinggang suamiku. Jadi tetap aja pegangan ke belakang kayak naik ojek hehe. Sampe diprotes deh sama Akang, kurang romantis pegangannya. Lah mau gimana lagi, pegel bo badan diputer2. Sampe rumah, Akang kapok bonceng Eneng (curiga keberatan sayanya), dan Eneng juga kapok dibonceng, pinggang punggung pegel2...

Tapi Alhamdulillaaah dimudahkan juga jalan sampai ke mesjid setelah sekian lama. Tapi ke depannya nggak lagi2 deh saya ikutan MMQ yang di BI. Datang ke Masjid Pondok Indah aja seperti biasa. Mungkin juga ke Masjid Alatief Pasaraya. Karena nggak jauh dari rumah, kesananya ga ribet, dan acaranya ga sore (untuk di Masjid Alatief).

Kalo ada yang berminat hadir di Majlis Manajemen Qolbu (kajian Muslimah - kajian Qur'an tematik - tabligh akbar bersama Aa Gym), bisa lihat jadwalnya di situs Daarut Tauhid Jakarta. Tapi kalo di Bandung, silakan datang ke Pesantren DT Gegerkalong tiap malam Jum'at, kalo perlu i'tikaf disana... makyuss dehh.. I've been doing it for years ;)

batal dapat siraman rohani dari Aa Gym, tapi tetap dapat penyejuk qalbu dari Kajian Muslimah

#Misi21 Day 4: Ke Bandung, meet new baby and my girls

the design of our T-shirt..yes we have a T-shirt made exclusively for us 8!
Ohh it feels good to meet besties you haven't seen in months and even years.. right?? I was soo looking forward for this moment.. bisa ketemu Siberat, "geng" saya selama kuliah S1 dulu, dalam rangka nengokin anak salah satu anggota kami (cuih) yang baru melahirkan. Tadinya hampir mau kumplit ngumpul di Bandung, tapi ada yang ngga jadi karena nyokapnya sakit, dan satu lagi anak2nya sakit.. dan si baby yang mau ditengok pun sakit kuning jadi masuk RS lagi.. hehe. Tapi akhirnya ketemu juga sama Anggi, Amel, dan tentunya Santi. Duh ternyata kangen deh. Ngobrol di RS 2 jam, nengok dede cuma 1 menit. Karena di ruangan khusus di sinarin UV si dede, kasian yah.

Dari RS cuma sempet makan siang di Ciwalk bertiga sama Akang dan Anggi. Akang kesampean makan tutut disana. Haha. Trus saya kesampean beli DVD tapi cuma sedikit karena pas milih banyak, dicobain, kok ngadat2.. entah DVD player-nya atau memang kasetnya. Jadinya urung beli banyak, cuma beli yang berhasil dicoba aja.

Sebelum ketemuan juga sempet menunaikan amanah Mama, yaitu mengunjungi panti asuhan di Purnawarman, berinfaq sekaligus nengokin bayi2nya. Disana lagi banyak bayi2 yang masih merah.. Huhu pengen dibawa pulang ajah. Kasian disana ga dapet kasih sayang orang tua.. Nyusu aja sendiri lho, ga pake digendong sama pengasuhnya. Memang disana dari bayi udah diajar mandiri, karena mereka juga ga punya siapa2 untuk manja2an. Kita juga nggak boleh gendong anak2nya karena mereka nanti nangis minta ikut sama kita :( Bersyukur ya masih punya keluarga, dan punya orangtua yang mampu menopang kebutuhan kita sebagai anak2nya.

Coincidentally, pas di Bandung ketemu salah satu temen kuliah di ATM. Eh pas sampe Jakarta, naik Metro Mini didepan saya ada yang nyapa, ternyata temen SMA! Ngasihtau kalo sahabat saya jaman SMA - temen Paskib, temen sebangku, temen pulang sekolah bareng - udah melahirkan. Hihi senang jadi bisa bertemu banyak orang.

Meskipun hari itu Akang lagi sakit, dan pulangnya seperti biasa si Eneng yang sakit masuk angin muntah2.. overall the day was good. Senang bisa bertemu temen2, haha-hihi bersama, dan menghabiskan waktu jalan2 bersama Akang yang supersibuk sekarang.

Monday, 24 January 2011

#Misi21 Day 3: Finish Knitting Baby Hat and Send AusAid Application Form

Ingat #Misi21 Day 1? Misinya adalah mulai merajut lagi, dalam rangka memberi hadiah untuk sahabat yang baru saja melahirkan putra pertamanya. Tadinya mau merajut selimut bayi...tapi ternyata tampaknya butuh waktu lama menyelesaikannya, sementara hari Minggu rencananya mau nengok ibu dan bayinya itu ke Bandung. Akhirnya pindah haluan bikin topi bayi aja. Dan memang topi bayi lebih mudah bikinnya, sehari juga jadi. Awalnya lihat polanya di internet, tapi saya modifikasi sendiri, jadinya malah lebih lucu dari yang di pola:

my first knitted hat project!

Cuma ada satu drawback: ternyata di dedek dipanggilnya Hafizh bukan Raihan, sementara saya terlanjur merajut inisial "R". Hehe.

Misi lainnya adalah menyelesaikan lamaran untuk posisi Program Manager Tertiary Education/Knowledge Sektor AusAid Jakarta. Bekerja di development organisation adalah impian saya, jadi pengen banget bisa masuk. Masalahnya Job Application Form yang harus diisi benar2 detail menjelaskan pencapaian2 dan kriteria yang harus dimiliki pelamar. Ada 6 pertanyaan yang cukup ribet dijawab. Jadinya malam Minggu berkutat dengan mengarang indah... akhirnya terkirim juga lamarannya. Wallahualam bakal tembus apa nggak, yang penting sudah mencoba. Awalnya mau mundur ajah karena terlalu ribet tuh ngarangnya, tapi berbekal semangat Misi21 dan suami yang memotivasi akhirnya terkirim deh :)

Saturday, 22 January 2011

#MISI21 Day 2: Mengatasi Keengganan Mengurus Fasilitas Pelayanan Publik

Urus Listrik ke PLN
 
Saya berencana menempati rumah orangtua tempat keluarga kami tinggal dulu jaman saya SMP-SMA. Letaknya di daerah Cakung. Karena sudah lama tidak ditempati, listriknya sudah dicabut sama PLN. Jadi sebelum bisa ditempati (mau direnovasi dulu sih), listrik harus dipasang kembali. Awalnya itu urusan Akang, dia keluar kantor sebentar ke Gerai PLN di Ujung Menteng yang dekat rumahnya. Tapi ternyata disitu melayani daerah Bekasi (aneh padahal masih Jakarta gitu), dan rumah kita masuknya ke Area Pelayanan Pondok Kopi. Jadi belum bisa diurus deh perlistrikan ini.

Setelah itu Akang minta saya urus ke PLN Pondok Kopi sendiri.. tapi saya nolak soalnya ga beranii.. Paling ga suka ngurus2 yg hubungannya dengan fasilitas pelayanan publik seperti ini sendirian, kaya ke PLN, ke Telkom, ngurus KTP ke kelurahan, bikin SIM dll.. Kenapa? Karena banyak yang bilang kan ribet yah, belum lagi kalo harus ada obrolan mengenai pungutan diluar biaya resmi, paling ga bisa tuh nego dsb-nya. Jadinya mau bareng Akang aja, saya mendampingi. Maksa sih, Akang kan kerja, sementara saya ga ada kerjaan. Jadi selang berapa hari saya beranikan diri deh mau ke PLN biar cepet selesai urusannya, soalnya Akang diajakin sibuk mulu.

Akhirnya hari itu berbekal semangat Misi21 saya beranikan untuk ke PLN Pondok Kopi sendiri berbekal liat tempatnya di Google Maps. Untung dulu pernah tinggal didaerah situ jadi agak familiar, tempatnya di dekat kantor Walikota Jakarta Timur, tempat saya disiksa ditempa waktu jadi Paskibraka Kodya Jaktim yang pengibaran disitu. Dan ternyata ga ada hambatan sama sekali, langsung dilayani, ga pake antri, orangnya juga ramah dan ga pake suap pungutan apapun sama sekali.. :)

Tukar dan Setor Uang

Untuk renovasi rumah, rencananya hasil jerih payah kami di Australia digunakan buat nambah2 urusan rumah ini. Jadi yang harus dilakukan ya nuker AUD kami yang kalo digabung lumayan juga lah. Masalahnya uang sebanyak itu rada takut juga sendirian bawanya, kan kalo kenapa2 gimana. Biasanya ditemani supir atau orang kantor mama kalo dulu nuker duit buat bayaran sekolah di Brisbane. Nah ini sendirian, dari Pondok Kopi ke Kwitang tempat biasa nuker duit. Udah nelpon Akang nanya jalan, Alhamdulillah lancar meski sempet nyasar dikit salah2 jalan karena udah lemes kelaparan. Pas mau tuker duit ternyata kurs-nya udah turun dibanding tadi pagi nelpon kesana, dari 9110 jadi 9015 tapi diokein aja. Eh pas udah deal lagi nunggu Rupiahnya keluar, jam menunjukkan pas pukul 14:00, dan kurs beli AUD turun jadi 8900an.. Haha ga jadi gondok deh :) Sesudahnya makan di A&W, satu2nya restoran ditempat itu, dan shalat, beli majalah dan agenda, dan setor Rp-nya di Bank yang Alhamdulillah cuma sekitar 1km-an dari situ. Pulang juga ga nyasar. (Maklum jalan Jakarta masih rusty karena lama di Brisbane.. cuih.. hehe)

Misi21 hari ini berhasil.. listrik sedang diurus, duit safe di bank, nyetir manual ga pake nyasar dan ga pake drama... hehehe. And how does this make me feel? H-A-P-P-Y for sure!

Thursday, 20 January 2011

#MISI21 Day 1: Mulai Merajut Lagi

HariRabu, 19 Januari 2011) my #Misi21 is initiated! Kalo mau tau #Misi21 itu apa, saya kutip langsung dari Twitter @Misi21:
Do 1 New-Awesome-Sinless thing everyday for 21 consecutive days | Embrace your passion | Live a life that matters for you.
Yah kalo kurang ngerti, just ask me, @ReneCC or Mbah Google deh yah. Hehe.

Sooo.. what did I do today?

I decided to start knitting again :) Sebenernya skill merajut sih pas2an banget, cuma bisa garter stitch yaitu teknik rajut dasar banget. Pengen mulai merajut gara2 di rumah mama saya lagi doyan merajut, tapi dia bisanya crochet/hakken yg pake satu jarum, sementara saya bisanya yang pake dua jarum. Jadi di rumah peralatan merajut lengkap, dengan berbagai macam benang.

Proyek pertama saya, bikin selimut bayi. Kalo udah jadi mau dikasih ke sahabat saya yang baru saja melahirkan anak pertamanya.. a handsome baby boy. This is what it's going to look like:


Awalnya test drive dulu, soalny bikinnya ga sesuai sama petunjuknya karena jarum yang saya punya ukurannya ga sesuai sama yang dipetunjuk, jadi saya modifikasi lagi. Jadi hari Rabu malem begadang deh rajut dan bongkar rajutan ini. Enaknya merajut kalo misalnya salah bisa dibongkar dan mulai dari awal, benangnya ga kenapa2 sama sekali hehe.

Mudah2an jadinya bagus dan yang dikasih sukaa..