Copyright © wichiworld
Design by Dzignine
March 16, 2012

Imunisasi PCV dan Rotavirus

Sebagai pendahuluan, mari kita curcol doeloe... IMUNISASI ITU MUAHAALL MAK!! Hikhikss.. Ini kalo mau imunisasi sesuai jadwal IDAI ya, kalo sesuai jadwal Depkes yang di Puskesmas mah bisa gratisan, tapi itu cuma buat 5 jenis yg disubsidi pemerintah: BCG, DPT, Polio, Hepatitis B dan Campak. Lainnya, harap dari kocek ortu sendiri!!

Okay, back to topic. Dua jenis imunisasi di atas, PCV (pneumococcal conjugate vaccine) dan Rotavirus adalah tergolong baru di Indonesia dan kontroversial alias ada beberapa yg kontra vaksin ini. Kalo PCV, kontranya adalah vaksin dianggap kurang efektif di Indonesia karena hanya melindungi dari beberapa strain kuman pneumokokus yang banyak, sementara belum ada penelitian apakah penyebab penyakit radang paru, radang otak dan sinusitis yang disebabkan kuman tersebut dari strain kuman yang mana. Sedangkan rotavirus -- meskipun sebagai penyebab diare pada anak kecil terbanyak -- diragukan kehalalannya dan juga dibilang kalo bayi ASI ekslusif tidak perlu imunisasi ini karena daya tahan tubuhnya bagus.

Ditengah pro-kontra imunisasi keduanya, manakah yang diputuskan oleh orangtua Raka untuk dienjus ke Raka? Yang pertama. Jadi, Raka divaksin PCV, dan di-skip rotavirusnya. Kenapa rotavirus di skip? Soalnya DSA-nya tidak terlalu menyarankan sih, melihat Raka ASIX, dan gosip2 kehalalannya itu, meskipun dia tidak mempermasalahkan kalo kita tetap mau. Setelah baca-baca, meskipun rotavirus bisa menyebabkan kematian pada bayi (amit2jabangbayii) tapi itu karena dari faktor dehidrasinya.. virusnya sendiri tidak mematikan. Jadi dengan penanganan yang tepat, yaitu jaga jangan sampe dehidrasi dengan cairan rehidrasi oral dsb, InsyaAllah masih bisa tertangani.

Beda dengan PCV. Kalo sudah kena penyakitnya, bisa serius:

IPD adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus (streptoccoccus pneumoniae). Bakteri tersebut secara cepat dapat masuk ke dalam sirkulasi darah dan merusak (invasif) serta dapat menyebabkan infeksi selaput otak (meningitis) yang biasa disebut radang otak. Penelitian menunjukkan, sebagian besar bayi dan anak di bawah usia 2 tahun pernah menjadi pembawa ( carrier) bakteri pneumokokus di dalam saluran pernapasan mereka. Oleh karena itu, bayi baru lahir hingga bocah usia 2 tahun berisiko tinggi terkena IPD. Yang paling fatal bila bakteri pneumokokus menyerang otak. Pada kasus-kasus meningitis seperti ini, kematian akan menyerang 17% penderita hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah terserang. Kalaupun dinyatakan sembuh umumnya meninggalkan kecacatan permanen, semisal gangguan pendengaran dan gangguan saraf yang selanjutnya memunculkan gangguan motorik, kejang tanpa demam, keterbelakangan mental dan kelumpuhan.(1)

 Apalagi dr. Tiwi, SpA bilang begini:
IPD adalah Invasive Pneumococcal Diseases merupakan kelompok penyakit yang disebabkan oleh kuman streptokokus pneumoniae..terdiri dari sinusitis, radang paru atau radang otak. Vaksin IPD saat ini dianjurkan apalagi bila bayi punya faktor resiko. Resiko itu adalah bayi dengan susu formula ( dianjurkan sejak usia 2 bulan), ayah atau keluarga satu rumah ada yang perokok (kuman pneumokokus senang di lendir perokok), dalam rumah banyak orang dewasa, bayi sering dititipkan misalnya di daycare atau bila bayi hidup di negara 4 musim. Menurut saya bayi ASI yang punya riwayat alergi, yang biasanya sering dan lebih dini sakit, juga perlu terutama setelah bayi usia 6 bulan.(2)
Karena itulah, saya memutuskan memberikan vaksin IPD yaitu PCV bermerk Synflorix kepada Raka. Kenapa? Karena:

  1. Raka tinggal di rumah dengan banyak orang, yaitu 8 dewasa dan 1 anak (6thn).
  2. Dari 8 orang dewasa di rumah, 3 orang adalah perokok :(( (nasib numpang rumah, can't do anything bout it).
  3. Raka punya riwayat alergi.
  4. Saya bertekad Raka akan hidup di negara 4 musim someday. Hehe. Amin.
Jadii.. dibela2in deh mamanya ga beli baju baru, makan prihatin, muka mulai ancur ga jelas karena ga dirawat, demi vaksin yang muahall ini. Itupun mampunya cuma Synflorix yang 10 strain. Kalo yang terbaru, Prevnar-13 yang 13 strain, harganya bikin pingsan.

Yang penting, mari kita semua berdoa supaya Raka sehat-sehat ajalah. Amiin. Hehe

Source:
(1) http://ghozan.blogsome.com/2007/08/24/diskusi-tentang-ipd-invasive-pneumococcal-disease/
(2) http://www.klinikdrtiwi.com/search/node/IPD

8 comments:

  1. Berapaan bun vaksin PCV dan Rotavirus? Bulan depan babyku dijadwalin 2 vaksin tsb..Tq

    ReplyDelete
  2. Vaksin PCV 10 hargany skitar 500-600ribuan..klo yg PCV 13 bisa sampe 1jutaan. Klo rotavirus kykny 300ribuan. blm trmasuk jasa dokter itu.. Mahal yahh

    ReplyDelete
  3. pemberian Vaksin PCV dan Rotavirus utk Raka sudah berapa kali Mom? DSA babyku jadwalkan usia 3 bulan, 6 bulan dan 9 bulan, tpi pas babyku usia 3 bulan, aku blum kasih karena lupa, hihihih... baiknya berapa kali ya diberi? ya memang harganya itu mahal banget, PCV dan Rotavirus di Mitra Keluarga aja harga 700 an, jasa dokter 90an, berarti 800an yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Raka imunisasi PCV udah lengkap di usia 2, 4, 6 dan 12 bulan. Kalau dosis pertama PCV di usia 6 bulan, cukup 2x aja disuntiknya yaitu pas 6 dan 12 bulan. Tapi kalau dari 2 bulan ya harus 4x. Coba google aja jadwal imunisasi IDAI disitu ada tabelnya, disave aja jadi tahu kapan harus ke dokter dan gak kelewat2 :)

      Kalau rotavirus, kalau bayinya udah lewat 3 bulan udah ga bisa lagi divaksin karena gak efektif. Raka dulu gak vaksin rotavirus dengan alasan yg udah dijelaskan di blog ini :)

      Delete
  4. Seberapa penting pemberian Vaksin PCV bagi bayi

    ReplyDelete
  5. Saya denger ada yang kena rotavirus padahal udah vaksin.

    ReplyDelete
  6. halo, mbak. boleh minta kontaknya? saya tertarik dengan tulisan mbak yang ini. terima kasih :)

    ReplyDelete
  7. Eh, Ada yang butuh KULKAS VAKSIN UNTUK penyimpanan vaksin ga?
    Bisa diminta dikirimkan untuk ke seluruh indonesia lho

    KULKAS VAKSIN

    klik aja , liat dulu gapapa

    ReplyDelete