Monday, 1 April 2013
Wednesday, 13 June 2012
Singapore - day 4 - Mustafa and Departure
Last day at Singapore. Time to shop for souvenirs at Mustafa Centre. Tadinya mau ke Bugis tapi dipikir2 takut ga sempat jadi ke Mustafa aja. Disana beli oleh2 buat orang2 rumah, trus saya beli jam, Akang beli batik (zzzz lagii.. masa jauh2 ke Singapur belinya kemeja batik??), dan beli Raka mainan stroller. Disana lengkap abis yah, apalagi baby stuff nya. Dari mulai baju2 unyu sampai breastpump dll, harganya juga miring. Ih seneng banget. Untung udah pada punya jadi ya cuma beli teether book untuk stroller aja hehe. Sama mampir ke supermarketnya, beliin Raka plum buat makan sore nanti sama apel buat snack ditaro di Munchkin food feeder. Oiya, Raka sempet nenen disini juga, di meja kasir yg kosong. Entah kenapa dia seperti balas dendam ada mamanya kerjanya nenen muluuuu…
Setelah itu udah jam11, jadi harus buru2 packing karena check out jam 12. Tadinya mau beli koper tambahan untuk barang IKEA tapi ga jadi. Untung kita bawa koper yang lumayan ringan jadi barang2 masuk semua, plus 1 tas IKEA tadi yang ditutup pake selotape hehe. Rencananya di Changi mau dibungkus plastik foil gitu biar aman. Abis check out, mampir McD lagi (tentunyaaa) buat makan siang. Trus kita naik MRT ke Changi, dengan bawaan berupa 1 ransel, 1 koper gede, 1 tas IKEA gede, 1 tas isi pakaian Raka, 1 handbag dan 1 stroller. Rempong bener yak? Demi pengiritan, naik taksi kan muahaalll… Alhamdulillah lancar sampai Changi. Sempat claim GST refund beberapa puluh dolar disana (lumayaan), nenenin Raka di nursing room yang pas dibuka ternyata isinya kakek-kakek (lah), dan ngasih makan Raka buah plum sesaat sebelum boarding.
Beda sama pas datang ke Singapur, pas pulangnya Raka bangun dan main2. Pas takeoff dikasih Munchkin food feeder isi apel biar ngunyah, tapi dia fine-fine aja sih ga ngunyah ga dinenenin happy2 aja. Ditengah jalan nenen, trus tidur. Kebangun pas ada turbulence tiba2, kebetulan ada anak kecil yang lari dan terjatuh di lorong dan teriak2 kaya apaan tau serem banget. Jadi Raka kaget dan kebangun. Sementara itu saya pegang Raka erat2 sambil dzikir huhuhu. Padahal itu udah deket Jakarta loh. Dan baru banget abis tragedi Sukhoi jadi parno abis. Raka saya gendong sambil dia terus ngeliatin saya dengan mata belonya dibelo2in karena gelap. Untung dia ga rewel, cuma bingung aja kayaknya. Alhamdulillah selamat tiba di darat hiks.
Pas turun agak lama nunggu Akang ambil stroller. Untungnya di Terminal 3 yang luar negeri cuma kita aja jadi yang ngantri imigrasi ga terlalu banyak, trus bagasi udah langsung ada ga pake ditunggu lagi. Di mobil tepar emak dan anak sama2 ketiduran. Sampai rumah seisi rumah udah menanti Raka hahaha langsung deh Raka dikasih ke mbaknya dan eninnya sementara saya bobo. Raka dibalikin lagi ga lama kemudian udah tidur hihi.
Hamdalah our first overseas trip as a family went by with no serious hassle. Tahun depan lagi ya Akang, Hong Kong kaaan?? *padahal katanya Akang kapok karena bangkrut sesudahnya hahaha
Singapore - day 3 - IKEA and Orchard
Singapore - day 2 - Sentosa Island and Merlion Park
Friday, 25 May 2012
1st family vacation - Singapore!
So the time finally came for our first overseas family vacation to the Lion Island. Deg-degan? Pastinyaa… Takut si bayi kenapa-kenapa. Tapi Alhamdulillah lancar jaya. Couldn’t be more proud of my wonderful son. J
It was quite spontaneous, the plan for the trip. I mean, I had thought of going somewhere during the long weekend, but didn’t think Akang actually approved. But surprisingly he said he wants to go, as it’s been quite a hectic year in the past with settling in to Indonesian life, going back to work, renovating our home, me getting pregnant, giving birth etc… So we do need a holiday. Yay!
Of course, we planned a budget holiday, so first thing is to search for budget airline. We got Airasia return flight for Rp. 2.4mio for the three of us. Then, based on blogger mommies recommendation, we booked Tai Hoe Hotel for around SGD 110/night.
Before D-Day we didn’t really prepare much, since I was busy at work. I could only manage to do a rough itinerary and asked Akang to search for the transport to get there. We travelled quite light for a 4-day trip, even with Raka’s MPASI food. It was just a suitcase for Akang and my clothes, Raka’s diaper bag for his clothes, a backpack with Raka’s stuff (food, daily clothes and diapers etc) in addition to my handbag, Akang’s camera bag and tripod, and a buggy stroller.
We left home for the airport before 8am to catch our 11.20 flight, thinking it would be hectic at the airport. But nooo… Terminal 3 is so so nice. Not crowded at all since it’s only Airasia flight there. The flight was delayed for 1 hour, we arrived in Singapore around 3pm. Raka was sooo happy before the flight, he was smiling and cooing the whole way. And just before boarding, he fell asleep. He slept through the whole flight and woke up just before landing. Great, huh? No crying during takeoff-landing at all. I gave him Munchkin Fresh Food Feeder with pear chunks inside for him to chew on during landing, because his pediatrician said to keep him chewing during takeoff and landing and no need for earmuffs.
He pooped just as we landed in Singapore, so first thing we went to the toilet to change him. Quite a challenge, he wouldn’t budge still so it was hard to put his diaper on. After that, we went past immigration and down to baggage claim. Raka rewel lagi, minta mimi. We asked where the nursing room was, but given directions to the toilet with baby changing station instead *tepok jidat*Of course Raka and I wouldn’t want to nurse there. Yes, Raka knows if the place is uncomfortable, he’d nurse on and off and play with my n*pples instead *gubrak* hehehe.
Anyway, after we got out at T1 Changi, lo and behold, there’s a nursing room there. So I nursed Raka there, quite comfortably with soft cushioned sofa in a lockable room, there’s also a sink and hot water as well there. After that we transferred to T2 to catch our MRT. We stopped at the Singapore Visitor Centre to ask for directions to travel to our hotel by MRT and pick up maps of Singapore, Sentosa, and other guides.
The MRT ticket office was closed from 15.45 – 16.45 and we got there like 16.30. We waited a while to get our EZlink cards. Why did we buy EZLink instead of single tickets and Singapore Tourist Pass? Because we were there for 4 days, while the Singapore Tourist Pass is only for 1, 2 and 3 days. And it would take too much time if we have to buy single tickets everytime we go on MRT, and anyway we were planning to catch a bus to IKEA which means we have to have correct money to put in the box as there are no change given. Intinya: ga mau ribet nantinya. Biarin deh kena $5 untuk beli kartunya, kan nanti bisa dipinjam atau syukur2 ada rejeki kesana lagi bisa dipakai.
To get to our hotel, we had to change trains at Tanah Merah station, then again at Outram Park and finally arrive at Farrer Park station. We got out at City Square Mall just in front of our hotel. The hotel is very conveniently located. No regrets staying here. Cheap price, room and bathroom is clean even though very small (as is all other Singapore hotel rooms), there’s bar size fridge inside to store breastmilk and fruit for Raka, hot water dispenser outside to make Raka’s oatmeal and our Popmie and there’s also coffee and teh tarik. Walaupun di Little India dan banyak orang India yang nginep disana, tapi bersiih dan ga ada bau2an aneh disana hehehe.
We arrived at the room at about 6.30pm. Yup, lamaaa yaaa dari mulai berangkat dari rumah Jakarta sampe nemu kasur lagi di kamar hotel. Akang said we’re not going anywhere tonight, paling dinner aja. Jadi disana pertama mandiin Raka (but first we had to inflate the Munchkin duck tub yang ternyata susah ya niupnya, harusnya pake pompa hahaha), udah gitu kasih makan. Terus pada shalat, dan Raka mimi sampe tidur. Karena anak bayi udah bobo jadinya Akang keluar sendiri beli nasi briyani sementara saya dan Raka di kamar. Not long after that we were off to slumberland as we were all too exhausted….
Tuesday, 11 October 2011
Rumah Makan Dua Em - Lombok
Salah satu restoran yang kami kunjungi adalah Rumah Makan Dua Em, yang kita datangi pas Maghrib untuk makan malam. RM ini sudah lama berdiri, konon katanya pemiliknya adalah perintis rumah makan taliwang di pulau itu (H. Muhibbin Murad). Kami memesan ikan bakar, ayam taliwang (namanya bukan itu tapi lupa apa), plecing kangkung, beberuk, dan sayur kacang (gak tau namanya, rasanya kaya kacang merah tapi kecil dan bulat, dimasaknya pake bumbu kaya sayur kacang merah).
![]() |
| Plecing kangkung di RM Dua Em, foto dari sini |
Ya ampuun.. jatuh cinta sama plecing kangkungnya, ayamnya, apalagi sayur kacangnyaaa!! Sampe sekarang suka kebayang2, dan penasaran itu sayur kacang, sayur kacang apa. Saya makan sampe banyaak banget, padahal lagi hamil 4 bulan harus jaga makan :D Bodo amat ini pedes2 dijabanin juga deh.. dan Alhamdulillah anehnya masa ini perut mau kompromi, yang biasanya makan pedes dikit langsung bolak-balik WC, ini mah biasa-biasa aja *sujud syukur* Mungkin si bayi lagi pengen juga makan enak nan pedas ini jadi ikut bujuk perut supaya mau bekerjasama :p
Sebelumnya kita udah pesan ayam taliwang plus plecing kangkung di Novotel Kuta, dan dulu waktu ke Lombok juga pasti pesen ayam taliwang dan plecing kangkung... tapi semuanya kalah sama menu ayam dan plecing di restoran ini.. lewaatt deh! :)
Restorannya sendiri tidak terlalu besar, letaknya juga di jalan kecil, tapi lumayan deh worth it banget kesana. Makanannya super enak, harganya lumayan terjangkau, ada musholla layak (numpang shalat Maghrib disana). Wajib dikunjungi kalo ke Lombok ;)
Wednesday, 1 June 2011
NgidamPantai: FULFILLED!! Lombok & Bali (part 2)
![]() |
| Halo Bali Spa |
Besok paginya, saya abis Subuh langsung ke teras dan tiduran sambil menanti sunrise Sanur.. meskipun tertutupi sama gunung di Nusa Penida, hehe. Hari ini masih bisa jalan-jalan dong karena pesawat kita diubah jadi penerbangan malam. Pas mau breakfast perut saya berontak.. jadi harus bolak-balik ke kamar mandi sampe akhirnya hampir ditinggal breakfast. Hehe.. salah sendiri makan sambal terus berhari-hari.. abis enak banget sambal2nya... seger.. saya emang suka sambal yang segar2 gitu dibanding yang berminyak2. Setelah breakfast, kami dibawa ke Tanjung Benoa.. Yups.. hahaa.. ngidam saya satu lagi kesampean loh.. Snorkelling!! Perjalanan ke Tj. Benoa ini khusus dipersembahkan Mama tercinta untuk si calon bayi yang pengen banget diajak snorkeling ;)
Di tempat snorkeling, ditawarin produk2nya, salah satunya Seawalker.. Haduh... pengen juga nyobainnya. Mahal sih, tapi kan ada Mama yg modalin. Sayangnya, tidak diijinkan sama mas2nya karena lagi hamil. Jadi diving, Seawalker, dan watersport lainnya sebenernya beresiko. Snorkeling juga sih, tapi ga sebahaya diving karena cuma di permukaan. Lagipula saya udah beberapa kali snorkeling dan bisa berenang, jadi buat saya ga masalah :) Karena bolehnya cuma snorkeling (padahal ngiler mau Seawalker sama nyobain Flying Fish), jadinya ditawarin sekalian ke Pulau Penyu. Udah pernah sih sekian tahun yg lalu waktu masih SMA, tapi Mama mau2 aja tuh. Ya udah kita sewa perahu dan saya snorkeling sama adek sepupu. Mama tadinya mau ikut juga tapi ga jadi karena ga ada yg jagain.. biasanya kalo pergi kan sama adek yang cowo jadi ada yang jagain, krn ga ada, ya Mama ga berani soalnya ga bisa berenang.
Tempat snorkelingnya ternyata agak jauh dari tempat kita, di tengah laut gitu. Pertama kali nyebur, awalnya udah mual karena perjalanan naik boat, pas nyebur juga jantung sempet sesak sebentar.. kyknya sih kaget karena dingin dan ketekan mualnya kali, hehe. Tapi pas mulai snorkeling aman kook.. Hihii.. seneng deh bumil snorkeling.. Meskipun terumbu karangnya ga terlalu spektakuler yah.. agak2 gersang kalo menurut saya, ikan2nya juga biasa2 aja. Tetep mikir bakal lebih seru di Gili.. but hey.. kesampean kok! Sampe difoto2 lagi sama mas2nya :)
| Hey fishies.... |
![]() |
| Dedee.. liaaaatt... Mama sama Dede lagi snorkelling :) |
![]() |
| Brave bumil and the snake.. (muka disensor karena malu pake kimonoo hehe) With the star of Turtle Island.. penyu unyuuu!! |
Perut kenyang, balik ke hotel buat beres2 dan check-out. Kita mampir depan bungalow-nya Nyi Roro Kidul. Konon katanya di kamar ini dulunya banyak kejadian aneh2, pas ditanya ke orang pinter katanya Kanjeng Ratu minta kamar ini buat dia. Trus kita juga masuk ke kamarnya Bung Karno di gedung utama. Aduh ini agak2 mistis misterius ceritanya... ga usah diceritain lah *merinding*
Waktu sudah mendekati malam, kita berangkat ke daerah Denpasar Utara buat makan malam di pinggir sawah. Niatnya ke Bebek Bengil tapi kejauhan di Ubud, takut gak sempet ke bandara. Trus mampir ke Denpasar buat ambil oleh2 dari ibu yang mengantar kita (huhu baiknya..udah dianterin kemana2, dikasih oleh2 banyak lagi) dan sampailah kami di bandara.. Alhamdulillah lancar penerbangan sampai Jakarta, sampai rumah, dan kembali ke dalam pelukan Akang haha...
Kalo ngidam kesampean gitu rasanya seneng banget yah... apalagi yg bener2 ga disangka akan kesampean.. Makasih Mama yang sudah memfasilitasi, dan Akang yg menemani... *cups*
Friday, 27 May 2011
NgidamPantai: FULFILLED!! Lombok & Bali (part 1)
Thanks to calon Enin aka my dear mummy yang baik hati.. saya dan suami ngikut beliau melakukan a little getaway to Lombok then a spontaneous unplanned day in Bali. Hurrahhh!! Padahal awalnya iseng sambil mupeng browsing2 hotel di Bali, Lombok, dll.. akhirnya beneran diminta browsing dan booking! Not only all expenses paid by Mummy, bahkan baju renang pun disiapkan dia. Huhuww.. terharu.. tau aja baju renang yg sekarang ga muat..
Anyway, di awal suatu long weekend, kami terbang ke Mataram. Setelah sebelumnya nunggu di lounge dan tepat sebelum pergi ke boarding gate saya hoek2 dulu di kamar mandi lounge (penting yah dicritain??) Penerbangan lancar, meskipun saya mengabaikan pengumuman yang bilang ibu hamil harus lapor.. toh belum keliatan baby bump-nya, dan kehamilan so far ga bermasalah.. daripada dirempongin mereka mendingan ga usah bilang2 hehe.
Di bandara dijemput sama pihak hotel, kita nginep di Holiday Resort, Senggigi. Sengaja milih itu karena selain terjangkau, letaknya agak jauh dari pusat Senggigi jadinya sepi, Mama request tempat yg sepi, terutama dari para pedagang asongan di pantai. Sampe sana udah sore, si Mama langsung mau ke pantai sebelum Maghrib. Jadi sampe kamar (yang sempet bermasalah karena listrik ngejepret) cuma sempet sholat dan makan roti seadanya padahal udah laperrr banget. Pas ketemuan sama Mama dll di pantai, mereka pada nyebur dong. Bumil bete karena ga dbilangin bakal nyebur, kan saltum sayah. Mau ganti baju males jalannya jauh pisan ke kamar (karena pesen yg Garden Chalet yg ternyata di pinggir jalan bukan pinggir pantai). Ditambah laper pula... jadi cranky. Dan suamilah tempat menumpahkan kebetean hihi. Makin cranky liat yg abis pada mandi di pantai berjacuzzi di pool.. padahal saya mupeng berat liat kolam renangnya.. sungguh ngidam berenang sangattt!! Tapi udah mulai gelap juga, saatnya dinner, finally! Saya pilih buffet sementara yg lain pada a la carte. Ini juga ada sedikit drama tapi udah deh ga usah diceritain hehe. Yang jelas.. lapar makes me cranky!! Bukan faktor hamil, emang saya begitu. *nunduk malu* Klo kata Mama, "A hungry girl is an angry girl" hehehe..
Hari kedua... udah bangun dari jam6 pagi (niat yah!) buat berenang dipantai. Yiihaa.. senaaang!! Pantainya agak curam dan ombaknya besar. Mungkin orang bakal il-feel liatnya(seperti review yg ada di website2 travel) tapi saya sukaa.. daripada yg ombaknya kecil dan pelan.. apa serunya.. mending berenang di kolam renang sekalian! Asli itu nyebur dan main ombak sambil ketawa2 riang saya kaya anak kecil hehehe.. Ngidam kita terpenuhi Nak! :)
![]() |
| lihat kan ekspresi bahagianya bumil ini bermain ombak hehe.. |
| The beach at Holiday Resort |
Abis berenang di pantai, lanjut ke kolam renang. Mesti nunggu dulu karena lagi dibersihin. Pas udah boleh nyebur... Alhamdulillah nikmatnyaa... I almost forgot how I loove swimming!! Apalagi pas hamil gini.. ih, beban tubuh yg mulai berat (especially perut) terasa ringan.. Saking senengnya sampe senyum2 sendiri pas berenang gaya dada, merasakan ringannya perutku. And I know Babybee is smiling too and enjoying it!
Setelah puas berenang2, mandi dan breakfast trus siap2 ke Kepulauan Gili. Saya udah ngeces membayangkan snorkelling, kayaking, dan makan ikan bakar dipinggir pantai putih nan damai.. Eh rempong mau kesananya.. udah booking perahu dr hotel jam9, kitanya telat, pas sampe, harus nunggu lagi. Akhirnya mau naik dari Pelabuhan Bangsal ajah, kesananya via taksi. Trus rempong lg, krn kirain kita bakal ngirit dengan naik public ferry bukan charteran dari Pelabuhan itu, tapi ternyata taksi ga boleh masuk jadi bakal ngebawa kita ke pelabuhan yg private-nya dan naik charteran juga, dgn harga yg mirip.. cuma taksi udah kadung dipesen, perahu charteran yg berangkat dari Senggigi udah kadung dibatalin.. jadilah berangkat dengan 2 taksi (karena kita ber6). Sampai disana, ternyata tempatny kecil, dan kita diperlakukan tidak layak sama pemilik perahu charteran. Nyebelin banget deh, bener2 preman tuh orang. Ujung2nya kita gak jadi ke Gili gara2 sebel sama pemilik perahu itu, dan Mama maunya ke Kuta aja. Yes, Kuta.. which is about 2-3 hours away!! By taxi, mind you. Yang pake argo, bukan nembak. Kebayang bangkrutnya..
Sampe Kuta, makan siang ayam taliwang plus plecing kangkung di Novotel.. Special request loh, soalnya ga ada di menu, tapi ternyata mereka mau bikin. Karena udah lapar, makanannya terasa enaak.. dan porsinya memang besar, tapi bumil ludess tuh piringnya bersih hehe.
Pantai Kuta di Novotel bagus, sepi, pasirnya putih. Diganggu sama anak2 penjual kelapa dan pasir, tapi ga nemu pantai yang pasirnya besar2 itu. Tapi ga bisa nikmatin lama2 juga karena ga dibolehin duduk di kursinya apalagi berenang karena bukan tamu hotel.
| Pantai Kuta, Novotel, Lombok |
| Pantai di Tanjung Aan |
Oh, trus kita dibohongin sama supir taksi sotoy yang bilang ada tempat snorkelling di Kuta.. tau gitu ga jauh2 kesana kan! Grrll... Tapi ya udah, udah disana juga. Kita nyuruh si supir taksi pulang, balik ke hotelnya pake mobil sewaan dari Novotel ajah. Udah kesel sama supir itu.. mana nyetirnya parah, ngebut dan nyalip ga kira2.. saya sampe dzikir2 terus ketakutan, padahal saya biasanya cuek aja kalo disupirin sama yg ky gitu.. tapi kalo berbadan 2 kan jadi parno yah. Mudah2an orang2 yg kami dzalimi di jalan karena disalip dan diklaksonin secara tidak adil, tidak mendoakan yg jelek2 terhadap kami, amin! Dan supir taksi itu tobat... amin!
Habis makan, pake mobil sewaan ke Tanjung Aan. Pasirnya putih, tapi pantainya agak kotor sama rumput laut dan sampah, soalny ini public beach bukan private kayak di Novotel. Trus fasilitasnya tidak memadai, kamar mandinya asal bikin gitu, jorok, jadi ga berenang disana. Dari Tanjung Aan, mumpung ada mobil sewaan, mampir ke Sukarare tempat tenun. Mama nyoba menenun, hii susah ya ternyata.. kata orangnya Mama ga bakal dilamar kalo menenunnya lelet begitu hahaha. Dari Sukarare, lanjut ke tempat bikin furnitur kayu + kulit kerang.. ini sih hobinya Mama. Tapi karena ngga bawa cash (dompet Mama ditinggal di hotel karena mikirny mau ke Pulau Gili) jadi ga beli. Tapi.. di tempat mutiara sempet beli2 juga, using my credit card (yang mana CC tambahan dia.. jadi tetep aja dia yg bayar hehe).
Next stop is dinner di Rumah Makan 2M yang terkenal dengan taliwangnya dari jaman dulu. Konon pemiliknya adalah perintis rumah makan taliwang di pulau itu. Pantas saja... enakk boo ayamnya... dan plecing kangkungnya.. slurrrppp... juaraa... *lap iler* I love love love sambel tomat di plecingnya, suegerrr... Novotel kalah lah.. Yang paling enak itu sayur kacang apa gitu, gak tau namanya, rasanya kaya kacang merah tapi kecil dan bulat, dimasaknya pake bumbu kaya sayur kacang merah tapi enaak bangeettss... A fine way to end a loong day :)
Hari berikutnya kita masih sempet pagi2 puas2in berenang di pantai, trus siap2 checkout. Pas di mobil mau ke bandara, Mama ngusulin kita extend semalam di Bali, karena pulangnya memang lewat Bali soalnya kita gak dapet tiket yg direct flight ke Jakarta. Ternyata pada mau.. kecuali my dear husband yang besoknya udah kerja, dan gaji dipotong 5% kalo bolos tanpa alasan, dapet warning letter dan semakin jauh dari promosi yang kita harap2kan.. Jadi pas di bandara Mama ngurus perubahan jadwal tiket (enaknya naik G*r*da, bisa ganti2 jadwal tanpa dikenakan biaya ^^) dan voila! Sebelum terbang ke Bali, udah dapet tiket Bali-Jakarta untuk besoknya.. minus Akang :(
And what did we do once we get to Bali?? Tidak kalah seru... To be continued next post yaa...:)
| Bye bye Lombok!! |
Friday, 25 March 2011
NgidamPantai: North Stradbroke Island
Sebenernya waktu di Aussie itu sering banget yang namanya liburan ke pantai. Soalnya, rata2 tujuan wisata yang mudah dijangkau disana itu ya pantai. Apalagi kalo tinggal di Sunshine State Queensland. (Meski tetep ga kesampean ke Great Barrier Reef... padahal tinggal total 6 tahun di negara bagian itu.. soalnya mahal hiks). Sampe saya menyatakan bosaaann ke pantai, tapi mau ke gunung aksesnya susah (maklum mahasiswa kere yang tak bermobil), ke outback apalagi, berat diongkos! Jadi yah, kalo mau berwisata ujungnya mantai deh.
Nah, itulah segelintir intro seri baru kita, Ngidam Pantai. Intinya, berhubung saya belum bisa jalan2 ke pantai sekarang (nunggu trimester I lewat, skrg udh ky dipingit waktu mau nikah, ndak boleh kemana2 n ngapa2in.. pluss juga karena teu gaduh artosna alias kondisi keuangan yg mementingkan renovasi rumah.. we all know efek buruk renovasi rumah bagi kondisi keuangan kita hihi).. jadi saya mau cerita2 tentang pantai2 yang pernah saya kunjungi.. dimulai dari yang terakhir.. sampe.. yah pokony yang ada dokumentasinya aja deh biar ketauan pernah kesananya.. hihi.
Okay, pantai terakhir yang saya kunjungi itu di weekend terakhir saya sebelum meninggalkan Brisbane. Tujuannya adalah pantai lokal situ, tapi di lain pulau yaitu North Stradbroke Island. Dari rumah naik bis, trus nyambung kereta, nyambung shuttle bus gratis, dan ferry nyebrang ke North Stradbroke Island. Total perjalanan sampe ke pulau juga nggak gitu lama, gak sampe 2 jam. Lamanya paling nunggu2 transportasinya datang aja.
![]() |
| Dunwich One Mile Ferry Terminal |
![]() |
| Point Lookout |
![]() |
| North Gorge Walk..belum nanjak jadi masih nyengir2 |
![]() | ||||
Akhirnyaa.. Main Beach pun tampak. Sejauh mata memandang hanya laut, pantai berpasir dan daratan hutan ini :)
|
Tapi sampe di Brisbane City, hujan sudah reda, dan hari juga sudah gelap. Tapi kami masih sempet foto2 di Brisbane Square. Puas2in ceritanya, kan udah mau balik. That was our last holiday ever in Brisbane. Setelah itu kan sibuk packing dan ngurus kepulangan. Huks.
Sekian NgidamPantai edisi perdana. Next post: Manly Beach, Sydney :)
Tuesday, 25 January 2011
#Misi21 Day 4: Ke Bandung, meet new baby and my girls
![]() | |
| the design of our T-shirt..yes we have a T-shirt made exclusively for us 8 | ! |
Dari RS cuma sempet makan siang di Ciwalk bertiga sama Akang dan Anggi. Akang kesampean makan tutut disana. Haha. Trus saya kesampean beli DVD tapi cuma sedikit karena pas milih banyak, dicobain, kok ngadat2.. entah DVD player-nya atau memang kasetnya. Jadinya urung beli banyak, cuma beli yang berhasil dicoba aja.
Sebelum ketemuan juga sempet menunaikan amanah Mama, yaitu mengunjungi panti asuhan di Purnawarman, berinfaq sekaligus nengokin bayi2nya. Disana lagi banyak bayi2 yang masih merah.. Huhu pengen dibawa pulang ajah. Kasian disana ga dapet kasih sayang orang tua.. Nyusu aja sendiri lho, ga pake digendong sama pengasuhnya. Memang disana dari bayi udah diajar mandiri, karena mereka juga ga punya siapa2 untuk manja2an. Kita juga nggak boleh gendong anak2nya karena mereka nanti nangis minta ikut sama kita :( Bersyukur ya masih punya keluarga, dan punya orangtua yang mampu menopang kebutuhan kita sebagai anak2nya.
Coincidentally, pas di Bandung ketemu salah satu temen kuliah di ATM. Eh pas sampe Jakarta, naik Metro Mini didepan saya ada yang nyapa, ternyata temen SMA! Ngasihtau kalo sahabat saya jaman SMA - temen Paskib, temen sebangku, temen pulang sekolah bareng - udah melahirkan. Hihi senang jadi bisa bertemu banyak orang.
Meskipun hari itu Akang lagi sakit, dan pulangnya seperti biasa si Eneng yang sakit masuk angin muntah2.. overall the day was good. Senang bisa bertemu temen2, haha-hihi bersama, dan menghabiskan waktu jalan2 bersama Akang yang supersibuk sekarang.
Thursday, 21 October 2010
Perjalanan ke Selatan: IKEA - Gold Coast - Tweed Heads (part 1)
Jadi Sabtu pagi2 kita udah buru2 naik bis ke tempat rental mobil (bangun kesiangan, padahal masih harus masak buat botram, jadinya cuman oseng2 nasi goreng aja yang sempet kebikin). Abis itu jalanlah kita ke IKEA, yang letaknya tidak di Brisbane tapi di kota tetangganya di Selatan yaitu Logan, dan sampailah kita sana tepat waktu, pas baru buka tokonya.
Sampe sana, tujuan pertama adalah restoran! Haha. Soalnya ga sempet sarapan, dan Akang udah pengen nyobain free bottomless coffee. Yap, kopi gratis sepuasnya untuk member IKEA. Menu sarapannya juga muraahh dan enak.. cuma $2.50 saja untuk breakfast dari telur orak-arik, baked beans, kentang hash brown, dan tomat. Akang, yang awalnya ragu kopi gratis sepuasnya pasti rasanya ga jelas, jadi puas setelah mencoba, "worth it ternyata" katanya. Oya, yang gratis sebanyak2nya ga cuman kopi, tapi termasuk teh, softdrink, hot chocolate.. kopinya juga dari mesin, bisa milih cappuccino, espresso, flat white atau black. Keren yah. *norak*
Perut kenyang, perburuan pun dimulai. Di IKEA kita pertama disuguhin showcase2 gitu, jadi model kamar2 beneran. Kalo ada yang disuka dicatat kodenya dan diambil kardusnya di lantai bawah. Pensil, kertas daftar belanjaan dan penggaris disediakan. Nah, ini yang bikin lama. Karena kita keliling2, mulai dari bagian living room, dining room, office, kitchen, bedroom.. dikasih liat ke kita semua, dan lucu2, apalagi harganya (murah maksudnya ^^). Tapi ini bagian serunyaa.. membayangkan punya rumah dengan setting furniture seperti itu. Seleranya pas buat saya yang emang suka agak minimalis tapi trendy. Hahah. Meja yang ditaksir Akang minggu lalu ternyata udah out of stock, jadi harus cari lagi yang baru.. eh malah dapet yang lebih keren. Meja makan extendable, jadi bisa disesuaikan untuk 6 - 10 kursi, bisa dibikin panjang ataupun pendek. Hihi. Pokonya kita keluar IKEA puas, beli segala macam dari meja, kursi, lampu, tatakan laptop, railing buat di dapur dan kamar mandi, tempat tisu toilet, sampe frame foto.. abis muraaahhh!! Kalo di Indonesia murah belum tentu kualitasnya bagus, dan yang pasti belanjanya ga se-menyenangkan di IKEA. Heheh.
![]() | ||
| Meja yang kita beli kurang lebih seperti ini, kalo nanti rumahnya kecil, bisa dipendekin jadi setengahnya :) |
![]() |
| Mesjid Gold Coast, lumayan besar dibanding mesjid disekitar Brisbane yang pernah saya datangi |
bersambung....














