Showing posts with label obgyn. Show all posts
Showing posts with label obgyn. Show all posts

Wednesday, 13 February 2013

Reunion with Budokter.. and Rai

I went to Budokter today to see Rai. Haha akhirnya balik lagi yee.. Well it was kind of an emergency. 3 days ago I felt discomfort in my lower abdomen in the morning during my drive to the office, and when I arrived at the office, I saw that there's a faint spotting (flek). It happened again the next day (yesterday), where I experienced the cramps during the night. That night, I was so afraid there was something going on (early contraction) that I refused Raka to breastfeed, causing him to cry on top of his lungs for HOURS, unsoothable by Akang, but Mbak finally woke up and gave him UHT milk and soothed him to bed. By about 4-5am he woke up and I let him nurse because the pain had gone away.

Anyway, so yesterday I told Akang about the pain and the spotting. Akang said "Ya udah sms dr. Diah aja" and I replied "Gak enak lah orang gak pernah kesana lagi." But Akang insisted it's worth a try, nothing to lose lah. So he ended up being the one who sms her.. AND GOT AN INSTANT REPLY. "Istirahat aja dulu, kalau tidak berkurang sakitnya ke rumkit ya." Hwoaa!! How niiice of her... Even after that my husband replied by saying thank you, and she replied again "Sama2." :') So after that I called the hospital to make appointment that day but full (of course) but I can go the next day in the morning.

So off this morning before work I dropped by the hospital. There was a bit of drama before while driving there I called Akang and he said he won't accompany me because it's office hours. Namapun lagi hamil lebayness luar biasa ya, dan Akangpun berkata: "Emang nanti kenapa? Kan belum diperiksa udah berangan2 macem2" Which is true of him. Haha. Anyway, it turns out he did follow me later to the hospital, even though he was late and came just after I finished the USG.

After waiting for about 1 hour (the doctor was late), I was able to see her again. Hwoaa kangeen! Haha. Still the old usual jolly and kind self, except now she wears hijab (kan baru pulang haji ya.. Hamdalah semoga istiqamah ya Budok!). We went straight to the bed for the USG, she tried abdominal first but it didn't show so we had to do transvag. Alhamdulillah... she said everything's normal. No bleeding, the gestational sac is in good form, the fetus is starting to show. YA ALLAH ALHAMDULILLAAH.. Even though the gestational age is younger than expected. Based on LMP (19-12-12) should be about 8w, but based on size it's 7w3d. Since my menstrual cycle is irregular due to active breastfeeding so we go by the baby's size.

After that we discussed about the pregnancy, and I got a lot of information, new ones and refreshed ones (kata Budokter berkali2: "Ibu udah pada lupa ya.. baru juga 15 bulan yg lalu!"). Ya namanya hamil kan pelupa, Dok. Hehe. The most important ones:
  • VBAC. According to her, the time requirement for VBAC is 18 months between the 1st and 2nd deliveries. Which means I qualify because it will be about 23-24 months between deliveries if all goes well. Yay!! But she warns that she cannot confirm just yet, the decision if I can VBAC can only be made closer to the delivery date, after she monitors things like: 1. ketebalan rahim, harus mencukupi, 2. ukuran bayi, tadi lupa nanya max. berapa kg, 3. semua2 harus normal intinya.
  • Diet. If I want a VBAC, must be extra careful on what I eat so that the baby won't be too big, I won't get diabetes and other complications. So no donuts and cakes and after 3 months pregnant, no more white rice and say hello to beras merah. Intinya super duper dijaga makanannya. PR banget ini dr kemaren munching on rainbow cakes, Ch*tato abis 2 bungkus sendiri at one time, sempet makan mie instant, suka jajan di abang2, dan sederetan perilaku makan tak sehat lainnya. Hehe. Padahal hamil Raka strict loh dietnya. Tapi tetep ya anaknya bongsor gitu. Udah dari sononya kayaknya kali ya.
  • Early contractions. So hamdalah it's proven that all iz well. She said if there's bleeding or contraction it would show on the USG, the gestational sac would be rugged line instead of a smooth line, indicating that it's surrounded by blood. But everything looks good and normal. If I ever feel the discomfort, I should just rest, and if it doesn't stop then I should go home from work and rest in bed. Then go to hospital if after bed rest, it still hurts. I should also drink a lot, since I pose at risk of urinary tract infection, so maybe the discomfort can be caused by that infection. Any kind of infection promotes the contractions, including UTI.
  • No coitus until the discomfort stops alias libur dulu ya hubungan suami-istri.
  • Breastfeeding is okay. Budokter said the oxytocin receptors in the uterus are not that many so it shouldn't create serious contractions even though we may feel some discomfort while breastfeeding. Intinya ya breastfeeding alone ga mungkin menyebabkan keguguran atau gimana ya, strong contractions are caused by many factors such as if I breastfeed Raka while having an infection or something. The point is: strong contraction --> multiple factors. Kata dokternya "Gapapa Bu, udah haknya sampai 2 tahun." Setelah gw curhat kalau gw gak siap banget harus nyapih dia, ihiks.
  • Only folic acid supplement is needed for early pregnancy. Last time I was given this supplement which cost a lot and didn't say in the blister the contents. I googled it and found out that it was supplement for the 1st trimester containing folic acid and bla bla. Budokter said to stop that and consume Fol*vit instead that contained folic acid only. After 1-2 months then I can be given multivitamin and iron and calcium supplements.
All in all, it was SO RELIEVING to be able to talk to her. Because before I was a bit worried (baca: super galau) and I didn't know who to talk to. Even though we did pay quite a lot... but it was worth it to make us feel better, right?

Thursday, 31 January 2013

New hospital, new doctors

The Baktiluginas changed hospitals. Cuma beda 1 huruf depannya doang sih, dari K ke J haha. Tempatnya juga deketan kok, paling jaraknya 2-3 km aja.

 

Memang perbedaan diantara keduanya sangat jauh, yang satu RSIA, satu RS biasa. Tapi yang paling jauh bedanya itu adalah: harga.

 

Di RS K yang dulu, biaya kontrol dokter spesialis anak Rp. 300rb dan dokter kandungan Rp. 325rb. Di RS J yang baru ini, Rp. 125rb saja untuk DSA maupun DSOG. Harga vaksin juga murah. Di RS J ini juga kemarin USG transvag cuma kena Rp. 150rban klo ga salah, di RS K USG transvag Rp 300rban, USG biasa juga diatas 100rb. Di RS J blm nyobain USG biasa sih. Tapi gila kan ngiritnya bisa jauh banget!

 

Trus dokter di RS J gimana? Awalnya pernah nyobain DSA yang hasil googling ktny cukup oke. Ternyata malah gak cocok. Pas ke DSA itu, lg ada DSA lain praktek dan antrian dia kok panjang. Berarti lebih oke dong dokternya. Jadi aja kemarin imunisasi di DSA baru itu dan ternyata iyaa.. lemah lembut kemayu njawani gitu haha. Aduh baik bener deh, trus gw dipanggil Mbak dong, biasanya kan Ibu atau Mama gitu hihihi. Sayangnya gak terlalu eksis di dunia maya jadi waktu itu susah cari review tentang beliau haha. Tp klo soal RUM belum diuji sih dia, krn kemarin datang kesana cuma untuk imunisasi aja.

 

Review DSOG disana juga lumayan. Masih muda gitu, baik dan mau ditanya2, cuma belum ketauan pro-normal pro-ASI, IMD, VBAC, RUM dllnya karena kemaren cuma sebentar banget kesananya gara2 bawa Raka yang gak bisa diem, jadi ga sempet nanya2 lebih lanjut walhasil keluar dr situ nyesel banget. Senangnya dia supporting nursing while pregnant, tapii keukeuh gw harus minum susu hamil (iyuhhh ngebayanginnya eneg.. lebih enak susu segar atau UHT).

 

Patah hati banget sih gak bisa ketemu Budokter dan Tante Dokter lagi. Saking sedih dan kangennya sampe kebawa mimpi berkali2 haha kasian yah. Tadinya senang dikirain Budokter masih praktek di RS G deket kantor jadi bisa kesana pulang kantor, eh pas telpon ternyata udah enggak. Ternyata udah pindah ke RS H Ciputat yang baru buka. Jadi yah, sempet kepikiran juga sih bakal menyambangi dia di RS di Ciputat itu hehe. DSOG baru ini juga praktek disitu, daan praktek juga di RSPP tempat Tante Dokter berkantor sehari2.

 

Rencana lahiran? Gak di RS manapun yang disebut diatas haha.

Saturday, 15 October 2011

Budokter Idola

One person I currently admire most is: my current obgyn. Saya menyebutnya Budokter Idola atau Budokter saja. Beliau dokter kedua yg saya temui ketika hamil pertama ini, yg pertama saya kurang sreg karena tidak komunikatif, agak bossy dan langsung menjejali saya dengan obat yg belum perlu diminum (sampe sekarang masih utuh --").

Sebenarnya tadinya juga tidak berniat konsul ke dokter ini, tapi dokter yg saya niatkan untuk ditemui malah ditolak karena saya belum appointment sama dia. Alhamdulillah emang jodohnya sama dokter yg sekarang :D

Budokter ini saya suka karena komunikatif, kalo konsul bisa lama dan dia sabar mendengarkan smua keluhan kita dan menjelaskan semuanya dengan detail. Bisa hampir sejam kalo konsultasi, ga pernah sekalipun diburu-buru. Dia juga gampang dihubungi via telpon atau sms.

Kelebihan lainnya adalah dia nggak gampang ngasih sembarang obat. Selama saya hamil (sekarang tinggal brojol, udah hampir 40minggu!) ga pernah diresepin apapun kecuali vitamin, itupun katanya ga perlu tiap hari minumnya. Kecuali minggu kemarin diresepin antibiotik karena positif infeksi saluran kemih, dan dia juga ngasih resep setelah saya tes urin 3x menghasilkan diagnosa yg sama. jadi teliti banget.

Tapi yg paling saya suka dari Budokter adalah dia sangat 'encouraging'. Selalu menyemangati saya dan menyuruh saya untuk santai dan tenang. Padahal saya juga ga cerita gimana2 tapi sepertinya dia tahu kalo saya bumil galau :D jadi pas konsultasi tuh berasa curhat, apalagi dia dokter perempuan yah, jd ngerti banget yg kita alami karena dia juga pernah hamil. Kalo dia cerita diselingi fakta juga prngalaman pribadinya, jadi terasa lebih tenang sayanya karena dia juga mengalami yg saya rasakan.

Barusan saya bertemu dengannya, InsyaAllah kali ini ko trol rutin terakhir dengan Budokter ini. Karena sekalinya bertemu lagi InsyaAllah sudah di ruang bersalin dimana beliau siap membantu saya melahirkan anak pertama saya. Agak sedih juga nih nantinya ga bisa 'curhat2' lagi sama Budokter.. Doakan semoga beliau bisa membantu melahirkan anak saya dengan baik sehingga saya dan si bayi selama dan sehat ya ;)

Tuesday, 11 October 2011

Positif ISK

Selama 39 minggu hamil, Alhamdulillah tiap ke dokter cuma pernah dikasih resep vitamin aja. Kecuali ya pas minggu 39 ini. Cek lab, darahnya normal, tapi urinanalisa aneh. Selaluu aja bermasalah di urin. Dulu juga gitu, suspect ISK. Eh ini lebih gawat lagi, awalnya suspect preeklampsia. Paniklah sayaa.. udah kebayang yg jelek2 preeklampsia itu dimana. Gara2 ada protein dalam urin, istilahnya proteinuria. Tapi Alhamdulillah tekanan darah masih normal, jadi Budokter masih mikir ini false positive, disuruh cek lagi minggu depannya.

Dasar sayanya parno yah, ga sabar nunggu, jadinya beberapa hari setelah itu langsung ke lab Pr*dia deket rumah buat cek urin. Sengaja ga di KMC karena udah tau harganya mahal dan mikirnya ga gitu profesional, lha ngasih hasil ngaco mulu sih, sampe dokternya ga percaya terus. Klo Pr*dia emang spesialis lab kan.. dan bener aja lho, di RS itu tes urine lengkap Rp. 63000, di Pr*dia cuma Rp. 34000... hampir 2x lipatnya!!

Setelah dapet hasilnya dari Pr*dia (halah cape ngebintang2in) malah tambah aneh lagi.. Protein tetep + tapi ini ditambah ada darah juga. Hadehh.. SMS Budokter, langsung besoknya disuruh ketemu dia. Dateng2 dapet nomor antrian 12 ajaahh T_T nunggu dari jam 2.30 sampe jam 6, begitu masuk kata Budokter "Tadi dipanggil2, maksudnya saya cuma mau liat hasil labnya aja!" Meaning: saya ga perlu nunggu lama2 untuk konsul dan ujung2ny bayar mahal, karena dia cuma mau liat hasil lab dan ngasih advis berdasarkan itu. Yahh T__T lagiii.. Yg bete si Akang lah yg harus bayar mahal2 buat konsul padahal cuma sebentar, Babybee juga cuma diliat denyut jantung pake Doppler dan saya diukur tinggi rahim dan diraba2, jadi ga USG. Intinya: disuruh ngulang lg tes labnya di KMC biar langsung dikasih ke dia hasilnya. Karena kalo ada darah dan protein, artinya itu protein dari darah (darah mengandung protein), nah si darah ini dapet darimana, kemungkinan infeksi, tapii leukosit dan leukosit esterase normal, berarti diragukan infeksinya. Ribet, ribet dah.

Besoknya, ditelpon sama poli KMC, katanya ada resep dari Budokter, disuruh diambil. Baru bisa kesana sore pas supir Mama balik dari bengkel. Ternyata positif infeksi saluran kemih alias ISK, leukosit langsung tinggi dan leukosit esterase juga positif. Kata susternya, di farmasi KMC ga ada obatnya, jadi harus cari diluar. Karena kemalaman, jadi besok aja (hari ini) cari resepnya. Dan hari ini udah ke beberapa apotek yg cukup terpercaya (K-24, Century, Kimia Farma, dll) ga ada yg punya tu resep. Karena saya mulai ga enak badan, agak demam2 (yg disebabkan karena infeksi ini spertinya), jadi memutuskan pulang dan SMS Budokter untuk nanya dapet obatnya dimana dan minta alternatif kalo emang ga nemu2. Sampe sekarang belum dibales. T_T

Lalieur ah... tp harus tetap semangat dan optimis! Demi Babybee yah.. udah detik2 terakhir ga boleh down, harus saving tenaga dan konsentrasi buat membawa dia ke dunia dengan aman.. semoga.. aminn!

Oya, moral of the story: Jangan pernah deh nahan2 pipis, semalas apapun.. pas kena ISK ternyata ga enak yah. Awalnya sih ga nyadar gejalanya, tapi sekarang mulai kerasa ga enak nih dibawah sana, belum lagi ya sering pengen pipis, keluarnya tapi dikit2, terus udah keluar, eh pengen lagi.. ga nyaman deh. Awalnya kirain karena emang hamil gede ditekan kandung kemihnya sama Babybee, tapi ternyata gejala ISK juga T_T Tapi Alhamdulillah ya Allah bukan preeklampsia, InsyAllah ISK bisa sembuh dengan minum yang buanyakk dan diterapi antibiotik, oh sama minum jus cranberry.

Tuesday, 27 September 2011

Cerita 8 jam di KMC

Done with the grim news, now onto the good news! :D

Sekarang cerita tentang menghabiskan hari Sabtu di rumah sakit hehe total dari jam 7 pagi sampe jam 3 sore. Diawali dengan mendaftar untuk senam hamil yang dibuka jam 7, dari habis Subuh udah siap2 padahal biasanya bobo lagi lho.. saking takut telat dan kehabisan tempat sampe lewat tol JORR padahal cuma beberapa km aja (baru masuk langsung keluar lagi :D). Ternyata sampe sana belum buka kasirnya -_-' Setelah buka dan bayar, naik ke mobil buat sarapan nasi uduk bungkus yang udah dibeliin sama Mbak, terus ke Admission buat nanya hospital tour aka survey kamar, kata mbaknya orangnya belum dateng, mulainya jam 9, saya bilang "Mbak disini ditulis mulai jam 8 kalo hari Sabtu!" (merujuk papan pengumuman persis disamping mbaknya. Katanya "Iya tapi belum dateng orangnya!" (dan kekeuh jam9 mulainya). Nggak suka sama resepsionis (eh apa sih namanya) yang ini. Dulu pernah dilayanin dia, saya minta tolong dititipin hasil lab ke dokter, sesuai pesan dokter, kalo udah dapet hasil lab titip aja, ga perlu dateng. Dianya keukeuh nggak ada itu titip2an, kalo mau ya harus bikin appointment dan ketemu dokter. Padahal saya tau ada beberapa orang yg emang nitip hasil lab, dan saya buktikan sendiri juga setelah itu tinggal ngasih hasil lab ke nurse station (salah ternyata, ngasih langsung ke suster di dalem bukan di resepsionis!), nggak perlu buang2 duit buat konsultasi tentang hasil labnya. ---Eh jadi OOT ajaaa...!!

Jam 9 naik ke atas buat senam hamil.. udah ge-er yah makanannya bakal enak gimana gitu.. secara bayarnya lumayan. Eh ternyata cuma snack box (itupun 1 berdua suami hehe), Aqua gelas dan teh manis. Agak kecewa haha. Trus kecewa lagi karena kirain bakal ada sesi pengarahan gitu, soalnya ada kursi2 yang didepannya ada layar, jadi berharap ada yang bakal ngasih materi, which is yg paling penting buat saya karena ngajak suami, biar dia tahu juga. Menurut beberapa review di web kan gitu yah. Ternyata ga ada, senamnya langsung dimulai :( Overall sih sebenernya agak kecewa gitu sama senam hamil kali ini.. overekspektasi gw hehe, jadi lebih mending senam hamil di RSB Duren Tiga, murah meriah, dapet seragam, dan air jeruk.. dengan gerakan mirip dan bidan yang tidak kalah informatifnya. Yap, disana bayar Rp. 30ribu aja udah dapet semua fasilitas tadi plus bonus info tentang laktasi.. tapi ini emang bidannya aja yang baik, dateng2 udah bawa dummy bayi dan payudara. Kayaknya minggu depan kesana lagi deh, tapi dengan syarat bidan ini (bidan Sherly) yang bawain, soalnya bidan yang satunya lagi, kata Shinta malah kebanyakan ngemeng ya.

suasana senam hamil di KMC, ada bumil Shinta juga dibelakang hihi ktemu juga akhirnya *dadah2*
Usai senam hamil jam 11an (apa setengah 12 ya?), mau daftar kontrol ke dokter, ternyata belum boleh, aturannya daftar 1 jam sebelumnya, yaitu jam 12. Eh padahal dulu nggak gitu deh sistemnya. Anyway bela2in nunggu sampe boleh daftar, pas daftar dan udah nimbang-tensi dll masa dapet antriannya no. 3, padahal perasaan kita yang pertama daftar. Hmpfh. Setelah itu shalat Dzuhur dan makan siang di RM Padang yg seadanya, trus nunggu giliran masuk ke dokter deh. Lambretta aja, Akang sampe bobo pules, saya pun kriyep2. Sempet ngaji, berdoa dan bujukin Babybee supaya nanti jangan malu2 depan Budokter (biasanya dia cool banget soalnya begitu diperiksa).

Sekitar jam2 kita masuk ruang praktek dokter, yak, here it is... seperti yang sudah ditulis di buku catatan kehamilan, sekarang adalah jadwal pelvimetri alias periksa dalaaam! Hehe. Pertama disuruh baring di ranjang, pas jalan kesana udah ngelirik kursi tinggi yang buat periksa dalam. Dokternya nyadar dong, dikomentarin saya udah lirik2 ngeri gitu haha. Ternyata saya dibaringkan buat ngukur tinggi rahim pake meteran jahit. Ini tujuannya untuk prediksi BB bayi karena ga di USG. Terus dipasang Doppler juga buat menentukan detak jantungnya. Nah pas disini tumben banget Babybee ngetok2 hihi senang, biasanya dieem. Udah gitu saya bangun, dan disuruh buka celana. Glek. Dan udah ge-er aja mau duduk di kursi itu, ternyata disuruh baring lagi di ranjang, dan bukaa.. disuruh tarik napaas... yak begitulah. Hehe. Katanya horor banget ya periksa dalam itu, eh kok malah gini doang. Dokternya bilang "Ini nih kepalanya, tuh, kerasa gak?" Hmm.. nggak sih, rasanya sama2 aja, kaya ada sesuatu masuk dibawah sana (ya iya tangan dokternya gitu). Dia ngubek2 kaya apa, buat saya kok ga ada bedanya ya haha. Yang jelas, ga se-ngeri bayangan saya.

Hasil dari periksa dalam adalah:
  • kepala bayi udah dibawah, udah turun, tapi belum ngunci, pas dokter pegang dia naik lagi.. katanya kalo udah ngunci, dipegang sama dokter kepala bakal tetap pada posisinya
  • ukuran panggul cukup besar, ga masalah sama sekali kalo mau partus normal
  • serviks alias mulut/leher rahim sudah sangat lunak
sehingga..
  • kemungkinan akan lahir lebih cepat, perkiraan 38 minggu

Ya Allah Alhamdulillah senangnyaa.. Babybee juga detak jantung normal dan berat sekitar 2900 - 3000 which is masih oke, kalo lahirnya 38 minggu berarti sekitar 3400 gram, masih bisa partus normal Insya Allah. Nah kan, ga rugi deh kemarin sakit2 kontraksi.. Insya Allah jadi cepat dan lancar lahirannya.. amiin. Emang doa banyak orang supaya Babybee lahir lebih cepat dari HPL, ga cuma keinginan saya juga ternyata hehe. Yang penting pada doain lancar dan sehat deh!

Setelah itu ya tanya jawab mengenai persalinan. Saya nanya kapan tepatnya harus ke rumah sakit, yaitu bila kontraksi teratur dan jaraknya dekat (5 menit) atau air ketuban pecah. Kalau udah ada flek tapi belum mules, ga harus langsung ke RS, kecuali khawatir kenapa2, karena belum tentu terjadi pembukaan. Terus nanya juga tentang rumput/akar Fatimah.. karena udah dibekelin sama Mama dan Mamah mertua juga supaya diminum. Seperti yang sudah saya baca di Internet, ini nggak boleh. Malah kata dokter "Buat saya itu haram!" Ya soalnya kandungannya memicu kontraksi seperti obat induksi, tapi kita ga bisa kontrol konsentrasi yang kita minum. Beda dengan induksi oleh dokter yang sudah diperhitungkan segala kondisinya dan dengan konsentrasi yang dihitung tepat. Kalo VCO/minyak kelapa masih boleh lah. Oiya telur mentah juga nggak boleh karena sangat tidak higienis. Kalo tujuannya nambah energi ya dengan makanan matang aja! Oke coret lagi.. Maaf ya Mama dan Mamah.. Eh si Akang pake nanya kalo hubungan suami istri gimana, pengaruh ngga ke kontraksi? Heuheu. Kata Budokter, iya, sedikit pengaruh terutama prostaglandin dalam semen itu memicu kontraksi. "Tapi nggak masalah dilakukan.. Toh halal, berkah lagi!" katanya. Huahahaa.. baiklah Dok! Bapaknya bakal sering nengok Babybee di dalam deh hehe.

Kunjungan selesai, ketemu lagi minggu depan.. udah kontrol seminggu sekali sampe lahiran sekarang. Saya senang, tambah senang pas abis bayar di kasir, ga ada charge USG, cuma tambahan buat sarung tangan dokter Rp. 20rb. Lumayan iriit hehe.

Berhubung sekarang masuk 37 minggu, berarti saya tinggal menghitung hari ya menanti kelahiran Babybee.. Doakan yaaa...!!! :))

Nganga

What's bothering my mind dari hasil check up ke dokter kemarin.. Well overall sih pulang dari situ saya seneng, senyum2, meskipun ga ketemu Babybee dan malah periksa dalam (which, surprisingly, is not as scary as I thought!). But before I tell the good news, cerita yang ga enak dikeluarin dulu yah, biar lega sininyaa hehe (baca: less galau)

Jadi kemarin kan lebih banyak cerita proses melahirkan, which, menurut Budokter, waktu saya tinggal sebentar lagi (heh, bocoran, itu untuk post berikutnya ya!). Seperti diketahui, persalinan itu prosesnya ada tiga (atau empat?), yaitu kala 1 (pembukaan 1-10), kala 2 (persalinan/kelahiran bayi), kala 3 (pengeluaran plasenta), dan ada beberapa yg menambahkan kala 4 (tahap pengawasan). Kebanyakan dari kita membayangkan persalinan pas di kala 1 yaitu sakit2nya kontraksi dan pas kala 2, yaitu pas bayi lahir.. setelah itu rasanya udah selesai ya. Padahal, kata Budokter, masa2 kritis dan rawan itu justru pas kala 3 dan sesudahnya.

Wichi: Dok, kalo jarak antara lahirnya bayi dan keluar plasenta itu berapa lama?
Budokter: Kira2 rata2 30 menit, kenapa?
WY: Nggak, pengen tau aja
BD: Melahirkan bayi itu gampang.. yang bahaya itu setelahnya. Maksudnya, bukan bahaya, tapi masa2 kritis (Yang harus diwaspadai) itu adalah setelah plasenta keluar. Bayangkan tadinya plasenta menempel ke rahim, lalu keluar, pembuluh darah di rahim menganga semua. Makanya rahim harus kontraksi agar pembuluh darahnya menutup.
WY: Emang ga bisa dok, dijepit gitu biar ditutup? (jadi si Oneng pikir kontraksi itu biar si mulut rahimnya nutup supaya ga bisa ada perdarahan)
BD: Itu pembuluh darah yang banyak pada terbuka akibat keluarnya plasenta, satu2nya cara ya dengan kontraksi, dia akan menutup kembali. Kalau masih ada perdarahan harus dilakukan tindakan, resiko terparahnya rahim harus diangkat. (!!!)
Jadi maksud Budokter yang harus "dijepit" itu bukan ibarat sumbat yang ada dibawah kita ya Bu-ibuu (ini mah pikiran si Eneng Oneng aja). Maksudnya si pembuluh darah yang sekian banyaknya yang tadinya terhubung dengan plasenta lalu terbuka karena si plasenta keluar dari rahim. Kalau dia tidak bisa menutup, terjadilah pendarahan. Pendarahan ini juga bisa dipicu dengan penyakit yang diderita ibu, misalnya anemia parah atau apa lagi ya lupaa (yg keinget cuma Insya Allah Alhamdulillah dari sekian yg disebut saya tidak menderita itu). Kata Budokter lagi, ada yg bilang kalo melahirkan bayi besar beresiko pendarahan, tapi tidak juga, karena kakaknya yang ke-3 (eh banyak aja kakaknya, Dok! --OOT) anak2nya kecil2 tapi mengalami pendarahan saat melahirkan. <-- sukanya dokter cewek gini nih, jadi UUC alias ujung-ujung2nya curcol haha <3

Budokter juga menegaskan mengapa IMD menjadi penting, ya karena dia akan memicu hormon oksitosin yang merangsang kontraksi dan pada akhirnya mencegah pendarahan. Nanti juga setelah kala 3 suster dan bidan bakal pencet2 perut kita supaya rahim kontraksi.

Yak, sehari setelah dari dokter, kok saya mulai horror membayangkan ini yah. Kebayang2 pipa2 berwarna merah segar menganga2 terbukaa.. >___< Miss banget sebelumnya, yang kepikiran cuma setelah melahirkan Babybee dan bisa IMD kayaknya udah selamat aja. Padahal belum lewat fase yang paling kritis.. rata2 kematian ibu melahirkan juga disebabkan karena pendarahan ini, yang mana di Indonesia AKI (Angka Kematian Ibu) termasuk tinggi yaitu 228 per 100.000 (gila gw hapal loh! ngeriii!!).

Makanya sekarang dirajinin banget nih ngaji, shalat malam, dan yg penting banyak2 istighfar. Kalo kenapa2 kan dosa2 harus diampuni dulu ya sama Allah... Meskipun, InsyaAllah, katanya melahirkan itu jihadnya perempuan.. kalo jadi mujahidah itu masuk surga kan ya? Yaa.. bukannya parno or lebay (okay maybe a bit), but better be prepared for all consequences.

Jadi para pembaca budiman.. doakan saya yaa.. semoga bisa melewati segala proses persalinan dengan lancar dan sehat sentausa baik Babybee maupun ibunya.. Sing sehat, sing dilindungi ku Gusti Alloh.. amiin amiin ya Rabbal 'alamiin...

Sunday, 28 August 2011

Kontrol Delapan Bulan

Kunjungan dokter kemarin sungguh berkesan deh. Soalnya ini kunjungan yang sudah dinanti2 demi menghilangkan kegalauan ahahaa.. Jadi niat bener loh kita dokternya baru praktek jam4, kita jam 2.30 udah di RS buat daftar dan nimbang dll meskipun dapet nomor antrian 2. Eh kebetulan dokternya prakteknya dimajuin jadi jam3, Alhamdulillah ga nunggu lama2. Jadi kita duduk manis aja depan ruang prakteknya.. Alhamdulillah lagi, jam3 teng ga pake telat dokternya udah dateng.. disambut sama kita yang emang cuma berdua nunggu disitu hehe. Ehhh Alhamdulillah-nya lagi.. pasien yang no. antrian 1 belum kelihatan batang hidungnya jadi langsung deh kita yang dipanggil. Alhamdulillah yah.. sesuatu banget ini! \(^_^)/

Di ruangan dokter, mulailah saya berkeluhkesah tentang beser, mual-muntah, pusing2, perut kenceng dll.. Oh ya, pas nimbang, ketahuan saya cuma naik 1kg aja. Bo.. kirain banyak aja gitu soalny pas puasa kan makannya banyak, trus yg manis2 pula dan es2 gitu adanya. Giliran nengok Babybee.. ternyata si jagoan naiknya 800gr-an lebih! Sampe kelebihan 40gr dari seharusnya loh.. Hwaa!! Terharu.. Hehe, ga nyangka kirain dia kenapa2 gitu selama Mamanya puasa. Apalagi akhir2 ini diselingi muntah2 hebat tiap malam. Ternyata semua makanan larinya ke dia toh.. ugghh... *cubitgemes pipi Babybee* Cuma agak ribet waktu lg ngukur2 di USG, Babybee posisinya ga enak gitu buat diukur katanya. Tapi kepala sih udah dibawah, cuma kemaren agak nyamping gitu posisinya, kira2 lagi telentang lah. Dan udah diubek2 sama Budokter Babybee geraknya cuma sedikit, sok cool banget nih anak setiap di USG anteng bae, giliran sebelum dan udah dari dokter lasaknya minta ampun. -_-'

Sepanjang kontrol nih yg dibahas ya masalah berat Babybee ini.. maksudnya intinya saya ga boleh makan banyak2, jangan sampe Babybee kegedean dalam perut. Menurut perhitungan dokter, dalam 1 bulan terakhir kenaikan BB si Babybee 200gram/minggu.. jadi di minggu 39+5hr (rata2 melahirkan) itu dia udah 3.4kg aja. Nah, kenapa gw harus waspada banget nih biar Babybee ga gede2 ya karena 1 bulan terakhir kan saya puasa, nahan makan, tapi Babybee tumbuhnya sepesat itu.. gimana nanti pas Lebaran udah doolll semua kan itu pertahanan untuk makan dengan berbagai kue lebaran yg isinya cuma tepung-gula-mentega dan santapan2 Lebaran yg bersantan dan daging2an itu... Jadi diwanti2 banget nih sama Budokter supaya jaga makanan pas Lebaran. Untung Lebaran cuma berdua sama Akang krn sekeluarga pada umroh, trus krn ga mudik, dan ga ada jadwal open house kemana2, jadiny ya makan seadanya aja di rumah.. mudah2an sih bisa dikontrol. Kue2 Lebaran juga ga bikin dan ga beli krn mahal ahaha. Cuma yg perlu dikhawatirkan adalah kiriman 3 kotak kue Harv*st: 1 blueberry cheesecake, 1 tiramisu, 1 devil chocolate cake.. Nah ini nih, gimana cara ngabisinnya kalo bukan saya yang makan, Akang kan ga doyan kue2an macam itu, dia mah selera Nusantara, kalo kuenya surabi pasti abis deh sama dia.

Saya juga nanya ke dokter tentang pijat perineum, ngaruh apa ngga dan perlu apa ngga. Menurutnya, ada pengaruh, boleh dilakukan, tapi biasanya kalo kehamilan pertama memang belum terlalu elastis perineum itu dan kemungkinan besar robek. Masalah nanti bakal digunting atau dilakukan episiotomi apa ngga tergantung kondisi saat mau melahirkan, tidak semua yg melahirkan dilakukan episiotomi. Dan gw dgn bodohnya nanya "Tapi kalo ga digunting, terus robek, tetep harus dijahit juga?" Dan dokter lagi2 takjub dgn kedodolan gw "Ya iyalah Bu.. Itu kan aset.. gimana jadinya kalo ga dijahit?" Hahaha.. ketauan saya mah takutnya nanti ada jarum jahit menusuk2 daerah kewanitaan... >__< Yg penting kata dokternya harus pake minyak dan pijat dengan lembut, jangan sampe lecet karena pernah ada pasiennya yg sampe lecet saking harotnya dipijat2. *euhhh ngiluuu ngebayanginnya!!* Setelah dikasihtau ke Akang pijat perineum itu ngapain diapun squirming as well (what's Indonesian for squirming? hehe) dan langsung mundur jadi pemijat perineum. Hihi. Baiklah, nanti browsing tentang pijat perineum.. liat gambarnya sih kykna horror gitu yah, belum berani jadinya liat videonya.

Tentang mual-muntah saya, katanya itu normal di usia kandungan segini, dokter juga bilang "kemaren kan saya udah kasihtau itu ya" Hebat ih dokternya inget bilang apa ke saya bulan kemaren hehe. Jadi ga perlu cemas kalo sekarang tiap malem saya harus ngeluarin isi perut, regardless udah makan apa. >_< Kalo pusing2, saya seringnya migren, katanya itu karena perubahan suhu. Iya sih, kadang abis keluar panas banget, trus masuk ruangan AC, kumat migrennya. Atau kalo kurang tidur.. sama kemaren pas puasa itu hipoglikemia, karena kekurangan glukosa. Jadi masih biasa2 aja sih pusingnya, ga sampe vertigo yg muter2 itu.

Setelah sharing session yg lumayan lama (kan pasien pertama jadi nyantaii hehe), yang intinya saya ga boleh makan banyak2 itu meskipun baru naik 6.5kg in total, kami pun pamitan, trus kan salaman tuh. Saya udah berdiri dan berbalik, tiba2:
Budokter: "Kamu tangannya keringetan, ga cemas kan?"
Wichi: *putar balik* "Err.. cemas dok?" *kok yg kepikiran waktu itu Cempaka Mas yah? Hahah maklum Lebaran ingetnya ITC :p*
Budokter: "Iya, itu keringatannya bukan karena cemas?"
Wichi: "Nggak dok, saya sebelum hamil juga emang suka keringatan gini."
Budokter: "Maksudnya kalo cemas.. kamu mikirin apa sih? Kehamilannya normal2 aja kok.."
Wichi: *tambah nervous ke-gap sama dokter* "Eheheh.." <- nervous laugh "Iya dok.. Iya deh..."
Budokter: "Santai aja yah.."
Wichi: *terharu* "Sip dok.."
Huwahh.. ketauan yah setiap ke dokter emang saya rada nervous, mulai dari liat dokternya masuk ruangan praktek hari itu langsung deh produksi keringat saya berlebih, terutama di tangan. Sepanjang praktek juga ngusap2 dahi yang penuh bulir2 keringat.. pas di USG juga perut saya basah oleh keringat. Ga semuanya karena kegerahan ala ibu hamil, tapi emang nervous hehe. Entah kenapa setiap ke dokter manapun emang gitu sih bawaannya. Tapi baik yah dokternya sampe nanya gitu.. :") Langsung deh tambah ngefans, seneng karena ketemunya 2 minggu lagi, tapi sedih karena sebentar lagi udah ga ketemu2 lagi sama dia.. *err.. lebay*

Keluar ruang praktek, Akang ke kasir, saya ke toilet. Selesai pipis, Akang udah nyamperin, padahal biasanya kasir ngantri. Jadi datang jam 2.30, jam4 kurang udah di mobil lagi, siap2 k Penvil buat begaowl hehe senang! Abis biasanya pulang dari dokter selalu malam.

Di Penvil belanja buat masak Lebaran sama beli stok buah2an.. daan.. buka bersama sahabat SMA-kuliah!! And you know what.. ini buka bersama pertama saya loh! Dan satu2nya kali yah. Haha.. ansos banget yah! Orang mah buka bersama orang kantor, temen kuliah, SMA sampe SD, dll.. saya buka bersama diluar cuma 3x itupun bareng mama dan ade, dan terakhir kemaren sama temen.. Bless my husband yg ga doyan nge-mall dan makan diluar, saya jadi ketularan, isi dompet pun tetap aman hehe.

Wednesday, 24 August 2011

Deja Vu

Permisii.. mau numpang melodramatic ranting bentaar...

Trimester 3 ini mulai kayak trimester 1 deh, in terms of the discomfort. Masalah ketidaknyamanan fisik ya udah panjang lebar dikeluhin yah sebelumnya, seperti heartburn parah, beser alias incontinence, gerah melulu, dsb dll.. sekarang ya itu tambah parah, plus puasa jadi suka pusing tuing2 dan lemes2 gitu deh hehe. Sungguh memang berat bumil puasa dengan lambung sensitif.. dari sebelum hamil emang yg namanya puasa perjuangan sih. Cemen yah hiks malu sama Allah. Jadi bulan puasa ini banyak dihabiskan di kasur. Malam2 tidur paling cuma 3 jam, kalopun bisa tidur cepet, malemnya kebangun2 bisa tiap jam buat ke kamar mandi, dan kalo udah kebangun udah deh susah bener bisa merem lagi. Jadi melek sampe sahur, baru deh balas dendam tidurnya habis sahur sampe jam 10-11an..abis itu mandi, dhuha, leyeh2 seharian nungguin suami pulang dan buka puasa deh.

Nah, puasanya sendiri udah bolong 5x. Hari 1 batal jam 1 siang karena muntah2 semalem dan sepagiannya. Hari 2 ga puasa dari awal karena mual muntah juga. Hari 3 karena perjalanan ke Tasik, baru tidur 1.5 jam juga..tapi besoknya pas perjalanan balik maksain puasa lagi, walhasil malemnya migren parah dan pusing2 sampe besoknya.. jadi itu batal puasa Hari 4. Kemaren pun, mual2 masih melanda.. gara2 malemnya nyobain keripik singkong pedes berliter2 keluar deh isi perut dan lidah pahit dan air liur keluar terus.. kerjanya ke kamar mandi buat buang ludah dan pipis. Jadi kemaren ga puasa lagi deh. Hari ini baru mulai puasa lagi.. udah tinggal 6 hari lg padahal. Huhu. Ramadhan yg paling ga berasa deh. :(

Back to the topic, jadi tuh waktu trimester 1 itu saat2 yg berat bgt.. tp lebih ke emotionally rather than physically, dan menurut saya sih kebanyakan physical discomfort yg ada waktu itu ya dipicu emotional discomfort too. Waktu awal hamil dulu perasaan lebih sering ngerasa down daripada seneng2. Begitu masuk trimester 2 udah mulai enjoy dan positive. Nah sekarang udah mulai banyak lg nih cobaannya.. jadi mulai down lagi, udah mulai sensitif dan sulit mengendalikan perasaan, padahal kan parno yah klo saya emosional begini bisa ngaruh ke Babybee. Alhamdulillah so far he is my biggest supporter, mau emaknya meraung2 dia tetap ber-aerobik ria (a sign that he's active and okay). Akang juga sangaaat membantu, meski kadang sayanya yg ga tega nyusahin dia.

Mungkin ini pengaruh puasa, kurang tidur, anxiety akibat membayangkan proses persalinan dan whether Babybee will be healthy or not...

Akhirnya ya memutuskan mau ke dokter minggu ini. Alhamdulillah hari Sabtu masih praktek, kirain dokternya udah mudik. Semoga ga dibatalkan. Tadinya mau hari ini, tapi dia praktek pagi dan Akang ternyata kerjaannya ga bisa ditinggal hari ini jadi diundur jadi Sabtu. It always helps going to the doctor and do an ultrasound to see if my Babybee is okay.. semua kegalauan dan kesedihan biasanya lenyap ngeliat dia gerak2, sehat, normal semuanya. Semogaa nanti hasil USG-nya begitu. Dan juga membantu membicarakan segala keluhan ke dokter, untung dokternya baik, jadi berasa sharing or curhat ke temen.. well, she's paid to listen to our complaints right? Orang di buku kontrol juga ditulisnya "Keluhan" jadi sah2 aja saya mau ngeluh sebanyak2nya hahaa. Semoga lancar kunjungan ke dokter nanti, setidaknya gives me comfort for the next 2 weeks.

In the meantime... mari banyak bersyukur, berdoa dan beribadah, semoga di bulan suci ini hamba Allah nan hina ini bisa mendapatkan kemuliaan juga.. amiinn!! :")

Tuesday, 2 August 2011

28week

Masuk 28weeks artinya udah 7 bulan yaa.. Alhamdulillah saatnya syukuraan.. Tapi itu malah males banget diurusin hehe.

Begitu masuk 28week langsung ke lab buat cek kadar gula darah, hematologi rutin (Hb, leukosit, dll) dan urin rutin. Nah yang dicek itu glukosa puasa dan glukosa 2 jam PP. Artinya, saya harus puasa 12 jam sebelum dicek glukosanya. Mau ga mau harus pagi kan kesananya, malamnya puasa dan langsung dicek pagi2, trus baru bisa makan. Karena harus pagi dan pas hari kerja, mau ga mau harus sendirian ke KMC. Naik taksi tanggung, naik motor out of the question.. jadi satu2nya jalan ya nyetir. Saya udah niat malamnya puasa.. eh ndilalah gara2 makan malam soto betawi, jam 12 malam saya heartburn dan gastritis parah sampe migren2.. akhirnya minum antacid dan paracetamol saking ga tahannya.. Jadi gimana dong, masa ga boleh makan sampe jam 12 siang?? Tapi nanya budokter, katanya boleh jam10 diambil darah trus makan sesudahnya. Jadi sampailah saya disana jam10, belum makan apa2 baru minum aja. Di lab, diambil sampel urin dulu. Selalu bermasalah deh disini.. padahal udah minum ada lah 1L air sebelum kesana, sampe sana ga mau keluar dong >_< apa karena nervous apa gimanaa.. pdhl biasanya lancar jaya sampe males ke toilet saking seringnya pengen pipis.. sebel deh, lamaaa banget di kamar mandi sampe bisa ngisi botol sampel itupun seiprit juga dapetnya. Setelah itu baru diambil darah di lengan kiri. Abis itu disuruh makan, trus puasa 2 jam terhitung terakhir makan dan balik lagi buat diambil darah di lengan kanan. Nah, bingung nih makan dimana.. kantin KMC kan ga jelas gitu, mau makan di pinggir Jl. Ampera tampak dodol gw sendirian makan.. tempat makan dimana orang makan sendirian ga terlihat dodol adalah dimana lg klo bukan McD! Tadinya pengen ke Pizza Hut tapi masih pagi dan pasti sepi disana, sedangkan McD pasti rame kan buka 24jam. Sampe McD Kemang jam 11 kurang tapi masih bisa pesen sausage McMuffin with egg, hotcakes dan teh manis. Pas udah abis, sebelum balik ke mobil masih pesen kentang dulu hahaa. Trus ngurus2 di bank, baru balik ke KMC. Nunggu 2 jam puasa, bikin appointment dulu buat ke dokter hari Sabtu.. eh ga praktek dokternya, baru praktek besok tapi siang.. yaudah, dijadiin aja.

Besok siangnya ke dokter nyetir sendiri lagi.. soalnya Akang nyusul dari kantor, karena hari kerja dan siang2 kan. Seperti biasa, lumayan deh nunggunya. Kirain sepi ya pas hari kerja siang2 gitu.. meskipun ga serame pas Sabtu tapi tetep aja sih nunggu. Selama nunggu, ke resepsionis nanyain senam hamil sama biaya lahiran. Cuma diliat aja sih ga dicatet, udah ada beberapa sumber terpercaya yang nyatet harga2ny di blog masing2 jadi liat situ ajah hehee. Abis kata mbaknya juga kemungkinan ga naik harganya. Kalo saya nanya ini rooming-in apa ga, dll, si Akang nanyanya:
"Mbak, yg Kelas 1 dan 2 TV-nya satu?"
"Itu remote TV-nya satu buat berdua, apa masing2 dapet remote TV? Rebutan dong."
"TV-nya flat apa ngga?" 
Sumpah pentiiingg...!! Hahaha... Kalo diliat2 sih mending Kelas 3 ajalah tapi dengan syarat ga sharing sama orang lain.. bedanya cuma ga ada TV, tapi gw jg jarang nonton TV. Terakhir diopname, kykna tu TV ga pernah ditonton deh, dan itu gw diopname seminggu. For killing time kan bisa ngaji, baca2 majalah or buku.. main2 hp.. lagian juga kalo lahiran InsyaAllah nginepnya ga lama kan.. 2malem cukup.. dateng Jum'at pagi, brojol, hari Minggu discharge.. ok Babybee.. amiinn!!

Akhirnya dipanggil juga masuk ke ruangan dokter. Ditanya keluhan, of course yg pertama saya sampaikan adalah masalah heartburn ini. Trus dilihat juga hasil lab-nya. Alhamdulillah ga ada yg perlu ditindaklanjuti, kecuali glukosa 2 jam PP yg angkanya cuma 1 dibawah ambang batas normal.. leukosit juga tinggi dan di urine terdeteksi leukosit dan bakteri, tapi itu mungkin akibat saya jarang minum air karena abis puasa jadi masih oke. Yg aneh malah Hb 14, katanya tinggi banget buat bumil, orang hamil mah anemia ini malah tinggi, jadi mau dia cek ke labnya bener ga angka segitu. Iya sih, pdhl saya kira saya anemia krn sering pusing..

Pas liat Babybee di USG, kepalanya udah dibawah.. pencitraannya udah mulai jelas, bisa melihat dia buka tutup mulut, kykna mulutnya tebal dan lebar ky mamanya :) Berat badannya 1141g, klo dari hasil USG usianya 28w5d, padahal dr HPHT usianya 28w3d, jadi masih normal2 aja berat Babybee ga terlalu tinggi or rendah. Alhamdulillah.. sempet concern karena perut ga buncit2..tapi takut juga kena gula yg artinya berat bayi akan lebih besar dari biasanya. Tapi dengan kuasa Allah kekhawatiran saya tidak ada yg terbukti :)

Jadi kemarin tuh BB naik 1,5kg dalam 4 minggu, making total weight gain of 5,5kg.. Apakah ini berita gembira? Oh tidak.. Budokter tetep nyaranin buat kurangi konsumsi karbohidrat dan jaga makanan jangan sampai melonjak drastis. Kalo diliat saya puasa sebulan dengan lambung sensi seperti ini, kayaknya masih bisa dijaga nih BBnya karena pasti makan saya extra teratur demi menjaga kesehatan lambung (dan overall ibu dan bayinya tentunya). Pokoknya rencananya naiknya maksimal 10kg aja. Abis itu tanya2 tentang puasa.. intinya ya makan tetap 3x tapi diganti jadwalnya jadi malam, ga boleh bayar fidyah kalo ga puasa, disarankan buka puasanya pake yg manis2 seperti kurma, perbanyak makan buah dan kurangi karbohidrat berlebih. Untuk lambung yg super sensitif ini ya ga boleh makan yg berempah, pedas, berminyak, bersantan.. makan harus teratur, jangan sampai lapar.. kalopun lapar diisinya dengan buah jangan karbohidrat. Appointment berikutnya, masih 4 minggu lagi.
"Eh tapi 4 minggu lagi kan Lebaran dok?"
"Ya udah ketemu abis Lebaran aja.. senang2 aja mudik, jalan2 dll yaa.."
"Oke Dok!"
Dalam  hati, sedih juga ketemunya berarti sebulan lebih doong.. abis saya ngefans bgt sama ni dokter.. gimana nggak.. udah beberapa kali kontrol, saya dibilang pinter. Haha. Kyk anak kecil deh. "Wichi ini kan pinter.." Entah maksudnya nyindir atau muji yah.. tapi kan seneng dibilang pinter sama orang pinter haha. Apalagi kemaren kontrol budokter lg good mood kykna. Udah mana saya dibilang pinter, dianya nyanyi2 sendiri pas jalan dari mesin USG ke mejanya, juga pas kontrol nyantai bgt ky ngobrol sm temen gitu, pas udahan dianya dadah2 pas kita pamit hahaa.. Biarin lebay.. abis selama ini kan paling ga suka sama dokter, jadi nemu yg enak kyk gitu seneng banget :)

Kalo mau liat penampakan terakhir pas 28wk, ini ada foto lagi nyiram tanaman di rumah baru *skalian pamer hehe ngga ding orang belum boleh ditempatin juga* Babybump-nya masih minimal, entah kapan bisa buncit sempurna, ini udah 7bulan kan, ditambah lg kostum saya sehari2 memang longgar begini, jadi kalo orang yg ga ngeh mah mana tau saya hamil 7bulan..



Friday, 8 July 2011

My 25week pregnant belly



Mummybee weight gain from 20 to 24 weeks: 0.5 kg
Babybee weight gain from 20 to 24 weeks: 0.4 kg
Kesimpulan: berat Mummybee GA NAMBAAH!!! Lari ke anak semua hahaa...

Inget kan posting tentang body weight gain ini? Betapa galaunya si bumil ini karena perutnya belum buncit sempurna dan kenaikan berat badannya seiprit... Well, kirain sebulan kemudian saya mengalami growth spurt, soalny perasaan nafsu makan bertambah dan craving for sweet sugary food yg banyak karbohidratnya... Eh pas kemaren check up lhaa cuma naik 0.5kg aja dong!

Sampe si suster nanya pas ditensi, "Kontrol kehamilan Bu?" $%#^#^!!! Yassalaam... emang segitu ga keliatannya yah saya hamil 6 bulan Sus?? :( Sempet galau lagi kan, masa sampe suster aja ga tau saya udah 24week.. tp susterny emg kykna baru liat sih. Udah mana nunggu dokter lama banget, 3 jam-an gitu.. pas masuk yg pertama kali ditanyain masalah BB ini. Abis kan semuaaaa orang yg gw temui, even my dear mother, merasa perut gw kecil bgt buat 6 bulan, aplg kenaikan BB cuma segitu, ga kliatan hamil, dll, dsb.. Huksss...

Untung Budokter pengertian... Dia malah nyuruh gw jangan makan banyak2, especially karbo such as nasi (yg banyak, max. 5 sendok sekali makan), es krim is a no-no, buah2an boleh tp jgn yg gulanya banyak juga macam mangga, nangka, duren (ehm, pengakuan nih, gw pernah makan 3biji duren scr diam2 ahaha).. yg boleh apel, pir, jeruk, semangka jg gapapa karena isinya kbanyakan air tp krn air semua jg suka bikin begah bumil katanya. Aneh kaan.. disaat semua orang concern dgn BB gw, si dokter malah nyuruh gw tekan asupan makanan haha. Dia takutnya gw kalap pas 7 bulan naiknya drastis. Dia ga mau nanti Babybee jadi kegedean di dalam, harus ditekan 3.5kg aja yaa lahirnya kata Budokter. Dia cerita dulu ngelahirin 3150gram aja mpot2an hehe. Cintaa deh Budokter ini.. always calms me down :)

Nah, yg paling penting nih, diliat Babybee sekarang pertumbuhannya gimana.. jadi tanpa banyak basa-basi langsung deh naik ke ranjang buat di USG. Sekarang Babybee udh mulai aktif, yeahh... Pertama kali diliat kepala udah dibawah, tapi abis itu dia gerak-gerak.. woo hoo!! Inget kan 2x USG sebelumnya dia ga berkutik sama sekalii.. jadi seneng banget liat dia gerak2 :) Budokter mulai menghitung diameter kepala, panjang tungkai dll.. yg pertama saya tanya tentunya "Beratnya berapa Dok?" Jawabannya 731gram, which is persis sis naik 400gram dari sebulan yg lalu. Jadi kalo ditambah berat plasenta sama air ketuban, berarti berat saya beneran ga naik sama sekali yah hihi.

And then the next all-important question.... 
Me: "Jenis kelaminnya apa Dok?" 
Budokter: "Lho, emang belum ketahuan ya?"
Me: "Belum, kan kemaren ditutupin sama adenya." 
Budokter: *mulai mencari2* "Nah! Itu!" *nunjuk ke bentuk samar2 mirip salah satu bangunan ikon kota Jakarta* "M*n*s!!"
Me: "Manaa.. manaa Dok?"
Babybee: *mulai gerak2 lagi... yah ketahuan deh kali pikirnya :D*
Budokter: *nunjuk ke bagian lain dari layar, tapi bentuk itunya udah ga sejelas sebelumnya sih, tapi keliatan* "Ituu..."

Abis itu dalam hati mengucap Alhamdulillaah... my feeling is right! Akang sih ga bisa ngeliat dengan jelas, dia kurang bisa ngebayangin itu bentuk abstrak USG sepertinya hehe dan komplain ke Budokter mesinnya ga sebagus mesin di ruangannya yang biasa (dokterny pake tukeran ruangan sama dokter lain di tengah2 praktek, entah mengapa). Tapi akhirnya keinginan Akang terkabul juga.. dari sebelum nikah udah ngasihtau pengennya anak pertama berjenis kelamin apa (remember the Hijabi Baby?) :) Alhamdulillah dikabulkan Ya Allah.. semoga bisa menjaga amanah ini Ya Allah..

Setelah itu konsultasi sebentar.. karena saya ga ada keluhan berarti juga ga kepikiran mau nanya apa (beda sm bulan lalu sampe nyatet belasan pertanyaan). Akhirnya dokter ngasih PR:
  1. Mulai olahraga, tujuannya supaya persalinan lancar, terutama nyiapin jantung dan pernapasan
  2. Kurangi makan karbo.. kalo lapar makannya buah tapi jangan yg banyak gulanya
  3. Baca-baca tentang persalinan.. buka Youtube cari video persalinan normal!
Nah yang terakhir itu gara2 Budokter lagi cerita tentang pembukaan dan gw dengan oonnya nanya "Itu yang ngebuka apanya Dok?" Dan dia tampak takjub mendengar gw melontarkan pertanyaan itu.. terus ketawa dong! "Ya mulut rahimnya Bu!" Trus dia cerita tentang persalinan normal yg bisa dilakukan dengan kondisi 4P: Pelvis, Passenger, Power, Psyche. Ini saya jelasin di postingan berikutnya aja ya. Intinya katanya yang bisa dikontrol dari sekarang yaitu berat badan bayi (Passenger) supaya ga terlalu besar sehingga mudah keluarnya. Makanya penting banget jaga makanan jangan sampe kalap trus si bayi ikutan jadi besar juga. Jadi saya nanya kalo normal harus tetap dijahit apa ngga.. katanya rata2 sih iya tapi ga kerasa kok.. kecuali kalo udah lentur banget rahimnya pas anak kedua or ketiga.

Dia pikir saya khawatir takut dgn persalinan.. padahal saya lebih takut setakut2nya sama operasi sectio.. hiiyy ga mau perut dibelek gituuu!! Mau dibius kaya apa juga tetep ga rela perutku diiris-iris!! >__< *langsung ngilu ngebayanginnya*

Nah klo persalinan normal malah ga kebayang kaya apa, jadinya santai ga takut or nervous. Saya bahkan ga tau yang namanya pembukaan itu kalo dibilang bukaan berapa, itu angka menunjukkan apa, trus gimana taunya? Hihi bumil dodol yah.. tambah deh diketawain Budokter, "Aduh Wichii.. kamu polos banget! Suruh banyak cari tentang persalinan normal di Youtube deh, Pak!" Catet yah, yang disuruh bukan saya, tapi si Akang! Berasa gw anak kecil polos yg tak tahu apa2 harus dibimbing banget biar ngerti.. ga tau mau malu apa kesel deh haha.

Eh oiya info penting yg didapat pada kontrol kali ini adalah jawaban atas pertanyaan Akang kalo pas persalinan itu ada laki-laki apa ngga.. Kata Budokter kalo buat lahiran suster2nya perempuan semua.. kalo emang mau perempuan semua bisa dicari dokter anestesi yang perempuan juga.. dan dokter anaknya juga hampir pasti perempuan. Alhamdulillah bisa lebih terjaga.. Kami pegang prinsip selama masih bisa sama perempuan, kenapa harus sama laki-laki. Kata Akang, "Akang dosa kalo ngebiarin Eneng dilihat auratnya apalagi disentuh sama laki-laki yang bukan mahramnya!" Toh dokter ini juga sebagai obgyn sangat amat paten, malah kelebihannya dia pernah hamil, jadi mengalami sendiri dan tahu semuanya rasa2nya kaya apa. Adem deh kalo dia udah mulai menceritakan pengalamannya sendiri, jadi saya tenang karena dia pernah ngalamin dan ngerti kondisi saya. Kalo obgyn cowo kan belum tentu, wong ga pernah hamil... meskipun katanya lebih ramah, telaten, dll.. Alhamdulillah my obgyn juga sama kok ramahnya dan telatennya.. no complaints so far intinya :)

Jadi keinget juga pengen banget USG 4D.. tapi ragu2 karena browsing2 yang bagus kok dokternya rata2 cowok semua.. Kalo dokter cewek ya bukan yg ahli USG 4D, sayang juga udah bayar mahal ga maksimal hasilnya. Jadi diingetin lagi niat USG 4D emang  kebanyakan penasaran Mama Papanya aja si Babybee kayak apa.. toh Budokter bilang sekarang Babybee normal2 aja ga menunjukkan kelainan apapun. Jadi sebenernya ga perlu lah ya USG 4D ini. Apalagi harganya lumayan, bisa buat belanja banyak kebutuhan Babybee. Dan kalopun pas di USG 4D ada terdeteksi kelainan pertumbuhan, kykna pas udh umur kandungan segini ga bisa diapa2in juga kan.. yg ada saya pasti tambah sedih dan panik selama sisa mengandung yang bakal berdampak negatif *amit2 jabang bayi ulah saturut-turutna* <- pesan mertua ngomong ini kalo liat/mikir yg jelek2. Lagipula udah terhibur dengan USG 2D tiap bulan.. ga semua ibu hamil dapet privilege bisa USG tiap bulan liat bayinya kan... Sekian penghiburan saya untuk diri sendiri karena memutuskan ga akan ada USG 4D untuk anak pertama kami :)

So.. bulan ini giat melaksanakan PR dari dokter :) Yang pertama udah dilakuin yah.. mudah2an bisa rutin. Yang kedua.. ermm.. masih bandel hihi. Gara2 kemaren makan manis2 dll BB cuma naik 0.5kg, jd sekarang agak nyantai gitu. Tapi Akang sih yg jadi polisi galaknya, istrinya harus merengek2 minta es krim, eh ga dibeliin juga. Dia makan Momogi aja istrinya ga dibagi. Jadi lebih strict deh sekarang masalah makanan istrinya. Kalo istrinya rewel, dibilangin "Inget kata dokter dll.." Alhamdulillah punya suami yang penyayang dan perhatian.. (wajib disyukuri kan daripada dicuekin hehe). Kalo yang ketiga.. belum sempet nih.. pengennya bareng sama Akang liatnya :)

Semoga bulan depan dapet nilai bagus dari dokter untuk semua PR ini yaaa! ^_^v

Sunday, 5 June 2011

We're Halfway through the Journey, Babybee..

Yes, we've reached the 20week mark.. which means we've gone through halfway through this pregnancy. Woohoo!! Credit goes to my beautiful Babybee for being so very cooperative through this journey.. even more strong than his/her mother... Kamu hebat, Nak! Hiks.

Babybee so far...
Weighs 331grams.. still normal. Responds to his/her mother talking to him or when I read the Qur'an.. by responding I mean he/she will start moving inside my belly. I can feel him most when I lie down.
The gender is still a mystery.. for the second time he/she shows the exact same position during the ultrasound.. that is prostrating (posisi sujud) , with his/her legs bent so we can't see what it is between the legs. I'm kind of convinced that they hide male genitalia.. so he's shy to show it to the nice female doctor.. despite me already coaxing him to show it before we went to see the doctor :) The doctor tried hard to put a better image on the screen of Babybee, but my baby won't flinch. Saking khusyuknya sholat Maghrib.. Subhanallah shalehnya anakkuu... So I really want to have a 4D USG, the problem is it's costly.. and the clinic offering affordable 4D USG has a male doctor so I'm not too keen.. but on the other hand maybe my baby will be more comfortable being handled by a male doctor for the USG.

The preggie mummy so far..
Only gained 3,5 kg since the first check-up at 5weeks. The babybump is still hidden, the stomach is pretty much flat unless I press my shirt back to show a tiny bump. People say I don't look pregnant, well at least not like I've been pregnant 5 months. Was worried at first, but after seeing my baby's weight is normal, and the doctor saying she only gained 7kg in her pregnancy, I'm consoled. Since I am quite big to begin with (though not yet obese, maaaybe just slightly overweight perhaps), and with a history of diabetes in my family, she advised me not to gain too much and that my weight gain is still normal now. Phew!
Other physical changes (should've said physical discomfort) are increasing backpain, swelling feet and face (esp. nose.. but doctor said it's just me getting fatter..), more hyperpigmentation around the neck, breasts, increasing clarity of linea nigra from the chest to 'down there', belly getting bigger though not much, itching breasts and nipples due to their growing (yaay!! hehe), pimples and biang keringat (apa si Englishnya) on my back because I sweat sweat sweat like craaaazzyyy everytime!!! I can change clothes 3 times more each day.. even down to the underwear because they're soaking wet from sweat, even though I've got the aircon on. When I told this to my doctor, she said "Welcome to the club!" Haha.. Oh and one more thing I discovered.. stress incontinence! You know, how you pass a little urine everytime you cough or sneeze or laugh. This is because I tend to hold when I have the urge to pee.. so when I do go to the toilet it doesn't come out fully, causing it to come out when I don't want it to.. I reported all these discomfort to the doctor and luckily she said it's all normal. I'm all good.

On other things the doctor told me..
One important information I mentioned to my doctor is that I have a history of diabetes my family, so that might affect me in my pregnancy. She said it's good she knows, but she's not worried unless she sees that my baby is overweight inside, then she will run blood glucose tests. But since 2 months ago I had my urine tested and there is no sugar present, she won't test me until I'm 7 months pregnant. Meanwhile, I'm advised not to take a lot of sugary food.. whenever I have the craving for something sweet, I have to nibble on fruits instead. Okily dokily... duren boleh kan dok.. kan buah juga hehe.
 I also asked her if I need to make some preparations from now regarding my choice to breastfeed my baby. Surprisingly, she said no. Breast milk comes naturally, it does not need stimulation (i.e. breast massage) from pregnancy. Soo.. I'm re-considering my choice to go to Basic Breastfeeding Class or come to counselling session at a lactation clinic while I'm pregnant, due to its high cost. To save cost, I will just buy a book on breastfeeding instead, then pray a lot that my breasts will be cooperative enough to secrete milk :D Anyway, I do agree from what the doctor said that it comes naturally and what everyone else said that it's all about having the right mindset (which is that having breast milk is natural for mothers with newborn babies). So I'll try to keep that in my mind (kind of hypno-breastfeeding) from now until my baby is born.
Oh and I also asked her about fasting. She said there's nothing against it, it just means moving your meal times. I've been given the green light to fast during Ramadhan and also starting from now if I wish. She just told me to not push my limit, if I feel dizzy or unwell I should break the fast. She said there's never been a better time to fast, to send as much prayer as possible for the baby. :') Hurraayy... Udah kangen puasa :)

So what will the second half bring?
Well, seeing my baby healthy is definitely a mood booster. Although honestly a bit worried that he/she is still hiding the things in his/her legs hahaa.. Penasaran boo... I want to know the gender before I start baby shopping hehe. I'm planning for a 4D USG if by 24wk check-up he/she is still shy to show us.. So that means a 4D USG around 26weeks (1,5 months later).
By that time I also will start to do baby shopping.. I know people start at 7 months, but my 7 months is Ramadhan month and prices will soar, and also having to go to the crowded ITC while pregnant and fasting means that I might faint any minute there hehehe.. So to be on the safe side, we'll start shopping for baby stuff at 6 months. Only buying the essentials like clothes and stuff. Other things like stroller or even a baby box is still under consideration (hoping someone will donate a stroller.. and just found out that my husband still has his baby box at my inlaws' house which had been handed down for generations.. so yeay!).
My pregnancy enters 7 months days before Ramadhan.. so maybe we'll have Syukuran 7 Bulanan, but it's still tentative as we already had syukuran 4 bulanan.. and I'm not too keen if my mum insists on having the traditional siraman for the 7 months...
Meanwhile, I'll start to fast from tomorrow.. repaying my fasting debt from last Ramadhan and preparing myself for the coming Ramadhan. And by doctor's orders.. do some physical activities!!
And I'm going to seriously start to make some money.. our finance is getting very tight, which means even though our house is fully renovated we can't move in because we haven't really paid for the house itself and may not have enough money to get the furniture in..
I'll start surveying on birth costs when I'm 8 months pregnant, after Lebaran.. to get the most updated price.  Most probably it'll be at the current maternity hospital I go to since my doctor is there, and the hospital is quite recommended. I'm just going to keep praying for now that the Kelas 2 room will be empty so that we can have the 2 beds to ourselves. And also hoping that I can give birth normally.. I am more scared of having to have my stomach cut open in a sectio operation rather than enduring the pain or normal childbirth... Luckily my doctor is a supporter of normal childbirth so I hope she will keep supporting me to have a normal childbirth.

Soo.. pray for me.. may the second half of this prenancy bring more blessings and happiness for me and our little family.. amiiinn!!!

Mummybee and Babybee signing off...

Wednesday, 6 April 2011

Ketemu Bu Dokter Idola dan Babybee lagi..

Hari ini saya pergi ke DSOG lagi. Padahal, minggu kemarin sih udah kontrol rutin, tapi saat itu dirujuk ke lab buat tes TORCH, darah dan urine. Ternyata tes TORCH itu mihill yah T__T *bangkrut* Saya yang lebay ga berani ambil tuh hasil lab, yang katanya bisa langsung dikasih dari bagian lab ke dokternya, jadi dateng tinggal dikasih resep dan dibaca seadanya (mau ngirit biaya konsul tadinya). Cuman agak ribet, yaa intinya saya datang sendiri ke KMC buat ambil hasil lab, trus bikin appointment buat ke DSOG lagi.

Pas liat hasil lab sih seneng karena TORCH-nya negatif semua. Jadi nanti ke dokternya pas kontrol rutin 4 minggu lagi aja deh, demi ngirit. Terus pas dilihat2 dgn seksama lagi ternyata ada hasil2 yang dikasih tanda bintang.. itu yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Paniklah daku.. ada tanda2 infeksi saluran kencing soalnya (karena ada bakteri positif di urine). Jadinya bikin janji lagi deh sama bu dokter.

Dilihat hasilnya, katanya bagus, TORCH-nya negatif. Cumaa karena negatif IgG dan IgM nya, artinya saya belum pernah terinfeksi sama sekali, sehingga belum punya antibodinya. Kalo misalnya udah pernah kena lgM-nya akan positif, dan kalau lagi terinfeksi IgG-nya juga ikutan positif. Jadi sama dokter disuruh dijaga2 jangan sampai terinfeksi. Kalo toksoplasma dihindari dengan menjauhi kucing (alasan saya tes TORCh karena banyak kucing liar suka masuk rumah, naik ke kursi, meja makan, dll..) dan tidak konsumsi makanan mentah atau kurang bersih. Kalo rubella dan CMV itu virus yang gejalanya mirip common cold, jadi yaa kalo ada yg flu sayanya pake masker biar ga kena virus yg airborne.

Trus.. leukosit tinggi dan trace leukosit esterase dan bakteri positif di urin gimana dok?? Saya udah mantep bakal dikasih antibiotik.. eh kata dokternya, saya cukup minum air yang banyak biar bakterinya keluar. Kemungkinan positif karena kurang minum, atau bisa juga sebenernya ada kontaminan dari wadahnya sendiri. Jadi belum dikasih obat dulu. Kalo sakit cekit2 di perut bawah yang saya kira karena infeksi ini, katanya bisa jadi karena pengaruh rahim yang membesar. Tapi saya ada anyang2an juga, jadi tetep mulai sekarang minum yang banyak biar pipis yang banyak, terus disuruh cek urin seminggu lagi untuk lihat hasilnya, kalo tambah parah baru diresepin obat.

Lalu saya tanya lagi nih tentang bisul di badan yang menganggu dan saya kasih gentamycin.. huaa.. dokternya langsung kaget, siapa yg ngasihh?? Ternyata antibiotik gentamisin (amonium something2..) bahaya bagi janin, bisa menganggu pendengaran.. dikasihtau kalo mau ngasih obat harus konsultasi ke dia duluu.. soalnya beda perlakuan ibu hamil sama nggak. Huhuhuww.. maap dok.. waktu itu emang saya SMS tapi ga dibales, trus nanya ke kenalan keluarga yang dokter umum dia bilang gentamycin obatnya. Saya pikir karena salep kan gapapa.. Tapi dokter bilang tetep aja terserap ke pembuluh darah dan bisa sampai ke Babybee.. Huu.. maapkan mama Nak...

Pas udah lama konsultasi, eh bu dokter bilang "Yuk, diliat adeknya!" Huhuyy.. tahu aja dok saya kangeen. Padahal baru seminggu kemaren liat dia :) Kirain sekarang bakalan ga disuruh USG. Pas di USG, bentuk Babybee udah keliatan.. eh dia lagi duduk santai dan ngangguk2.. hihi lagi apa dek? Subhanallah seneng liat dia udah bisa bergerak2, padahal masih cilik, baru 5cm panjangnya (padahal minggu lalu baru 3.1cm.. cepet ya tumbuhnya.. Subhanallah) Alhamdulillah kata dokter Babybee masih kelihatan sehat wal afiat.. Semoga terus sehat dan kuat ya sayangku!! *cups

Jadi hari itu saya dan suami pulang tanpa membawa resep obat, cuma vitamin2 aja. Akhirnya dikasih kalsium juga, jadi ga harus maksain minum susu *hoeks* Skrg ga bisa minum susu soalnya.. jadi diare dan muntah2. Ternyata enak kalo kesana pas pagi2.. sepi.. kita datang belum daftar eh langsung dipanggil abis ditimbang dan ditensi. terus dokter sama kitanya masih segar, jadi enak ngobrolnya bisa lama. Kalo kesana sore/mlm sayanya suka blank mau tanya apa. Tapi mungkin tidak bisa dilakukan tiap kontrol karena artinya Akang harus bolos kerja.

Eh Akang juga aktif nanya2.. ternyata katanya mau datang sebentar atau lama kan bayarnya sama, jadi mending ditanya sebanyak2nya :) Benar juga, pintar kamu sayang! :) Jadi nggak ngerasa rugi ngabisin duit buat konsul yg lumayan (konsul disini termasuk agak tinggi biayanya) tapi worth it banget karena dokternya bener2 dedicated dan berkualitas.. yang saya suka prinsip penggunaan obat rasional yang dianut dia (dan katanya rumah sakit itu pada umumnya.. jadi dokter lain yg praktek disitu juga penganut POR or RUM). Saya jadi belajar untuk menghargai tubuh saya yang diciptakan dengan mekanisme pertahanan diri. Dan bahwa untuk jadi sehat dari sakit itu obatnya bukan drugs tapi perbaikan pola hidup. Jadi setiap saya ngeluh ini itu, yang pertama pasti disuruh perbaiki pola makan, disuruh banyak minum, dll yang memang intinya menunjang kesehatan. Sangat berbeda dengan DSOG pertama saya, yang saya belum sakit aja langsung diresepin parasetamol buat pusing dan domperidone buat mual, katanya buat jaga2. Sampe sekarang masih utuh tuh obatnya, eh pernah sih keminum sekali di awal pas belum ktemu sama dokter yang sekarang.

So until next month Dok! (yang akang panggil Mbak.. haha.. si bu dokter gemes kali ya.. mang aku mbakmuu :P) See you next month too Babybee.. Yang sehat yaa, biar nanti ketemu udah besar.. kalo bisa posisinya yang okeh kalo nanti kita ketemu! *wink2 Love youu!!

Friday, 18 February 2011

#Misi21 Day 8: 1st visit to obgyn..hello Babybee!

Today my dear husband took the morning off to accompany me to the obgyn, as a result of this. We were going to go to RS Asri or KMC.. but decided to phone first and ask if there's any female obgyn available. RS Asri said there's one but at 4pm.. and KMC was unable to reach by phone (initially I really wanted to go here..seems like a good place and close to home too). Then the horrendous process begins.. we called so many hospitals around the area, even far like RSIA Muhammadiyah Taman Puring but to no avail. No female doctors were available that morning. We then called RS Hermina Jatinegara and got lucky, a dr. Nining is available... So off we went...

Dr. Nining had to tend to giving birth so she wasn't available straight away. We had time to eat (great food, nasi tim ayam for Eneng and kupat sayur for Akang), and after that we didn't wait that long even though our number was 8 (turned out not everyone came). We went in, said that I think I'm pregnant, laid down and they did an ultrasound (USG) on me and there it was on the monitor... our little one.. Babybee*.. only 1-2mm long, but it's there in my womb.

babybee should look something like this now
Alhamdulillah wa syukurillah...

I was too happy that Babybee was visible and was in the right place that I didn't even ask how old he** is and when he is due to enter the world. >__< Silly me. Akang juga ga nanya lagi.. Dan ga kepikiran juga buat foto hasil USG di monitor.. padahal sekarang udh kangen pengen liat dia lagi.

When I got home, I found out that dr. Nining is quite recommended, plus she also has practice in RSB Siaga II which is very close to home.. so maybe I'll visit her there next time, cos Jatinegara is not very comfortable to reach from where I live, and the environment there is not so nice too.

*Babybee, short for Baby Baktilugina ;)
**Let's assume Babybee is a he for now, until we know what sex he is. We plan our firstborn to be a boy. Plus blame it on the English language :p