Thursday, 16 February 2012

RIP Baby L

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun... Segalanya milik Allah dan kepadaNya semuanya kembali. Allah menganugerahkan seorang anak laki-laki kepada sepasang suami istri. Anak laki-laki pertama mereka, setelah sebelumnya dikaruniai dua orang putri. Namun setelah ia dilahirkan tanggal 14 Oktober tahun silam, ia dinyatakan keracunan mekonium sehingga harus dirawat di rumah sakit. Belakangan diketahui bahwa ia menderita sindrom rubella.

Saya belum pernah bertemu malaikat kecil ini, tetapi darahku sempat mengalir ditubuhnya melalui ASI. Ya, dia adalah anak susuku. Ibunya merespon kicauanku di Twitter yang menawarkan donor ASI. Beberapa hari setelahnya, ayahnya datang ke rumah membawa cooler bag besar. Waktu itu sore hari, dan kami tidak bicara banyak. Karena aku sedang menggendong Raka, sang ayah masuk ke dapur dan buru-buru mengeluarkan botol dan kantong ASIP beku dari freezer sambil cerita sedikit tentang anaknya. Baby L, anaknya, telah dirawat di rumah sakit selama 2,5 bulan, dan baru pulang beberapa hari. Selama itu, ia memperoleh ASI melalui selang, dan sekarang sedang belajar nenen langsung dari ibunya. Tetapi ASI ibunya masih sedikit sehingga perlu donor ASI.

Setelah itu, saya memintanya mengisi biodata dia dan keluarganya.. supaya silaturahmi kami tetap terjalin sebagai keluarga yang direkatkan oleh ASI. Sebenarnya awalnya mengharapkan bisa ngobrol lebih banyak, tapi saya mengerti kondisinya si ASIP beku harus segera sampai ke rumahnya, jadi sang ayah pulang.

Selang berapa lama, saya di-sms sang ibu yang mengatakan terima kasih dan bahwa ASIP beku sudah sampai dengan kondisi baik lalu menanyakan apakah saya bisa jadi donor tetap buat Baby L. Saya jawab bisa.. dan dua minggu kemudian saya mengabarinya untuk menawarkan ASIP lagi, sambil menanyakan kondisi Baby L. Jawab sang ibu, Baby L masih belajar nenen.. mereka belum ke klinik laktasi karena masih konsentrasi untuk mengobati gangguan penglihatan dan pendengaran Baby L. Jadi mereka masih butuh ASIP, yang diambil lagi oleh sang ayah pagi2 sekali sekitar jam 6 sebelum sang ayah ke kantor. Untung Raka udah bangun jam segitu jadi otomatis Mamanya ikut bangun :) Kali ini sang ayah lebih buru-buru lagi karena harus ngantor. Yasudahlah.. nanti2 bisa silaturahmi kalau Baby L sudah lebih sehat.

Setelah itu saya berniat beberapa kali menghubunginya untuk menawari ASIP yang semakin menumpuk di freezer (Alhamdulillah..) Tetapi saya pikir mungkin saya perlu ASIP ini buat Raka karena saya mulai cari kerja, syukur2 diterima, jadi biar ga kejar2an stok nantinya. Dan Baby L punya 3 ibu susu lain yang mendonorkan ASIPnya, jadi saya tidak menghubunginya lagi.

Sampai hari Sabtu kemarin, saya menerima SMS dari ibu Baby L. Ternyata Baby L sudah menghadapNya pada hari Kamis sebelumnya di usia 3 bulan 28 hari. Sang ibu berterima kasih karena saya sudah menjadi ibu susu Baby L dan membantunya memberi asupan terbaik untuk Baby L.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun... Allah lebih sayang sama Baby L.. sehingga Allah mengambil kembali titipanNya ke hadiratNya. 

Hanya doa yang bisa saya panjatkan untuk Baby L beserta keluarga yang ditinggalkan, terutama orangtuanya. Sangat.. sangat salut saya dengan mereka. Yang dengan penuh cinta merawatnya selama di RS berbulan2 dan dirumah, sambil mengurus dua anak mereka yang lain. Yang begituu gigih keliling Jakarta demi mendapatkan ASI supaya sang anak mendapatkan nutrisi terbaik.. bahkan sang ibu bilang pada saya dia malah tidak tega memberikan susu formula untuk anaknya :'''')

Baby L.. semoga engkau bahagia sekarang bersama Allah SWT di surga. Kehadiranmu yang singkat membawa banyak berkah tidak hanya bagi keluargamu tapi bagi kami juga, meskipun kami tidak mengenalmu. Saya pikir nanti kamu bisa bermain-main dengan Raka saat kamu sehat.. tetapi Allah ingin kamu bermain-main bersama malaikat disana.

Rest in peace, Baby L...

Tuesday, 7 February 2012

Mohon Doa Restu


Demi apa... Wichi yang buta banget soal Ekonomi dan Keuangan jadi belajar beginiaan? Karena eh karena, lagi mau tes buat jadi pegawai salah satu bank sentral di negara kita (lah bukannya emang cuma satu yah heheh). Masih tahap awal sih, udah heboh sureboh. Begitu pengumuman seleksi keluar, temen baik waktu di Aussie yg karyawan bank itu langsung nelpon suruh daftar karena katanya kalo entar2 suka ngehang karena saking banyaknya yg mau masuk situsnya. Yah pokoknya dari awal daftar bulan lalu sampai mau tes hari Minggu ini heboh bener deh, dari transkrip yg belum dilegalisir sampe nilai IELTS (yg 8.5 itu loh! mau bangga dikit bole ya ;) yg blm nyampe sebulan kadaluwarsanya (pediihhh...). Kalo kendala teknis jangan ditanya ya.

Yang jelas, Mbak2 super baik yg udah duluan masuk itu sangat2 helpful. Hiks, dari awal kenal mereka emang baiiik bgt sm saya. Klo pengen ditemenin kemana, mereka hayuk. Kalo saya main ke rumah, slalu disuguhin makanan haha. Di-anakbawangin deh sama ibu2 ini.. jadi kan pasti seru kalo sekantor lagi :') *jadi OOT* Jadi awalnya yang semangat 45 itu ya mbak2 ini sama tentunya Akang. Karena jujur awalnya apply karena disuruh mereka, bukan keinginan sendiri. Sampe Akang pernah kesel liat saya ogah2an dan bilang "Ya uda kalo ga mau jangan paksa diterusin!" Maap sayang *hampurasujud*

Baru deh akhir2 ini semangat belajarnya, buka2 situsnya, baca2 ttg makroekonomi dan berita ekonomi di koran, latihan psikotes dll... Ah, mudah2an ada rejekinya, meskipun jalan masih puaaanjaaang....

I'm only doing this for you, my dear Raka *lirik si pipi gembil*

Mohon doa ya para pembaca (bak banyak yg baca, apalagi yg mau doain) supaya diberi yg terbaik buat keluarga kecil kami.... Haturnuhun!
This entry was posted in

Tuesday, 31 January 2012

Mini Me

Hampiir semua orang bilang Raka mirip Mamanya, especially his huge eyes :)) Apalagi orang yang tahu gimana rupa saya waktu kecil, langsung dibilang he is the splitting image of me. Masa sih? Sampai akhirnya saya melihat foto ini, diambil waktu saya kecil...

It's Raka... with earrings??!?
OMG beneran mirip haha.. apalagi pas Raka masih ada rambutnya. Sayang foto2 Raka berambut seperti ini hilang pas saya install ulang OS di handphone... yang paling mirip posenya yang kaya gini nih:

mirip banget yaahh!!
Kasian Akang ga kedapetan mirip kecuali jenis kelamin, meskipun gaya tidurnya sih mirip Akang, sama bentuk mukanya sedikit kotak kaya Akang, dan kalo udah kerung2 mikir mukanya persiiis papanya :)

Balada Sang Pencari Kerja

Yes.. setelah melalui berbagai pertimbangan, diputuskanlah saya akan kembali bekerja. If it were up to me, honestly, I'd say I would spend the rest of my life 24 hours a day devoted to Raka (dan adek2nya kelak). Dari dulu memang tujuan hidup saya ga jauh2 dari keluarga, waktu S2 pun bertekad maunya kerja jadi fulltime mother aja, mencetak generasi unggul dengan ilmu yang dimiliki (tsaahh..)

Tapi kenyataannya:

yah, finance conditions mau ga mau.. kalo dipaksain single income bisa sih, apalagi Akang udah promosi.. cuma masih tetep prihatin juga, belum bisa nabung, apalagi kan ada Raka sekarang. Suka merasa bersalah klo abis online shopping, akhirnya pake tabungan sendiri yang menipis terus (ya wong ga diisi2, ga ada pemasukannya) karena ga berani minta suami >_<
dorongan dari Akang dan Mama. Nah ini nih, nyokap kan udah nyekolahin pake duit dia sendiri (yup, all my mother's efforts!!) supaya anak gadisnya ini bisa sekolah S2 diluar negeri. Nah, trus dianggurin aja itu ijazah S2 LN?! Jadi yang semangat nyuruh saya kerja ya suami dan mama.. alasannya sayang ilmunya, jadi orang harus produktif, gitu.

Meskipun begitu, it still feels like treading water, coming into the jobseeker world once again. Sejak lulus S1 cuma beberapa kali sih interview dan itu gatot semua, jadi trauma haha. Jobseeker macam apa ini gampang nyerahnya.

Pengennya bisnis ala ala mahmud-mahmud lain.. yang kepikiran ya bisnis perlengkapan bayi! Kekekek.. ini buat meredam obsesi beli barang2 bayi. Tapi ya itu, kata Akang harus bener2 diniatin, jangan anget2 t*i kotok, keluarnya anget udahnya dingin hehe. Dia sih prefernya sekarang konsen ke satu aja, misalnya cari kerja, ntar gajinya baru buat modal bisnis pas kerjaan udah settle. Kalo nggak ya sekarang harus mulai nulis2 lagi dan diterbitin (ya Allah... ini resolusi dari bertahun2 yang lalu yang nggak pernah kesampeaaan... yg lainnya Alhamdulillah udah ya.. nikah, punya anak, hehe)


Iya rejeki ga dateng dari langit.. harus ikhtiar seikhlas2nya kan... semoga dikasih yang terbaik sama Allah.. eh, maksudnya PASTI diberi yang terbaik sama Allah. Just have to make the effort, pray, and leave the rest to HIM. Insya Allah!
This entry was posted in

Wednesday, 18 January 2012

Raka's 1st Swim

Hurraayy.. swimtrainer yg dbeli di Khonsababyshop dataang.. langsung dijajal sore2.. swimtrainernya ditiup sama Kak Putri (anakny Mba) dan buat anak 6thn kuat juga tenaganya, saya aja ngos2an :)


Raka berenangnya di bathtub kamar mandi Enin, seneng dia kakinya gerak2 maju. Pengennya beli kolam yg dalam yg di babyspa itu biar bisa gerak bebas tp mahal, nah ini ada gratisan haha.


Selang 10menit udh kcapean dia, sampe keringetan. Begitu rewel langsung diangkat, disabunin, dibilas deh.. pas udah mandi, main sebentar dan langsung tidur pulas las lass.. sampe2 nenen aja sambil merem dan langsung bobo lg tanpa dikelonin, padahal biasanya Maghrib2 susah banget bobonya.


Dilatih renang karena weekend diajak Enin ke Carita.. jd sblm berenang2 disana, latihan dirumah dulu. :)


Published with Blogger-droid v2.0.3